MASIGNASUKAv102
1508570391356967755

Ketika Pendidikan Adalah Hak Setiap Orang, Maka ini yang Akan Aku Lakukan

Ketika Pendidikan Adalah Hak Setiap Orang, Maka ini yang Akan Aku Lakukan
Add Comments
16 November 2020

Seketika, tatapan mata mereka benar-benar tertuju pada kami. Heran, terperangah, disertai bunyi langkah sepatu di atas lantai. Beberapa dari mereka, saling berpandangan meskipun dalam posisi “istirahat di tempat”. Kami memang muncul sesaat setelah lonceng sekolah berbunyi.

 

Pagi yang hangat di kaki pegunungan Verbeek. Sudah sekitar 1 jam berlalu, sejak embun sirna terhapus mentari. Aku dan beberapa rekan lainnya sedang berdiri dihadapan para murid sekolah dasar. Kali ini mereka menggunakan seragam olahraga.

Sudah semenjak kemarin, kami melakukan perjalanan dari kota asal masing-masing  untuk menjadi salah satu relawan pendidikan.

Kehadiran kami, memang sontak mencuri pandangan dan perhatian mereka. Mungkin saja karena penampilan yang tidak biasa terlihat dan kami benar-benar memaklumi hal itu.

 

“Menggunakan coverall tahan api berwarna merah lengkap dengan safety shoes berwarna hitam adalah penampilanku dihadapan mereka, sesuai dengan seragam pekerjaan saat ini”

 

Lonceng sekolah kali ini kembali berbunyi pertanda masuk ke kelas. Tidak ada yang berbeda untuk proses masuknya, sama seperti sekolah dasar lainnya di kota besar. Berbaris tertib dan satu per satu masuk ke dalam kelas hingga duduk manis menunggu guru untuk memberikan ilmu pengetahuan. Tetapi, kali ini berbeda, kami lah yang akan menggantikan guru mereka dengan mata pelajaran ‘spesial’.

Tanpa menunggu lama di luar setelah siswa terakhir dari barisan masuk ke dalam kelas, aku pun bergegas melangkahkan kaki ke dalam sesuai jadwal pada kelas yang sudah ditentukan.


“Selamat pagi”


“Selamat pagi pak guru” baru kali ini, aku dipanggil pak guru. Padahal seragam yang aku kenakan sama sekali tidak menunjukkan hal itu.

 

Hari yang spesial dan bertemu dengan waktu terbaik. Aku mulai memperkenalkan diri, bermain, bertanya dan pastinya menginspirasi. Mata pelajarannya memang bukan Matematika, IPA atau pun IPS. Tetapi tentang bagaimana memotivasi para calon pemimpin bangsa yang ada di depan mata melalui inspirasi pekerjaan. Mulai dari bagaimana dahulu proses belajar hingga bekerja dan menggunakan seragam yang aku kenakan.

Umumnya, mereka hanya mengenal profesi guru, polisi dan dokter saja. Tetapi dengan mata pelajaran khusus ini, setidaknya mereka bisa semangat untuk mengejar mimpi masing-masing melalui pendidikan.

Sebagai generasi muda dan peduli dengan pendidikan di Indonesia maka itu lah salah satu hal yang aku lakukan demi memotivasi para siswa untuk tetap sekolah hingga jenjang lebih tinggi dan mendapatkan pekerjaan layak nantinya.

 

pendidikan-adalah-hak

Ketika generasi muda menjadi bagian dalam kemajuan pendidikan di Indonesia.

Kesadaran akan pentingnya pendidikan memang tidak semua dimiliki oleh keluarga di Indonesia. Beberapa daerah terdepan, terpencil dan tertinggal (3T) juga merasakan hal sama. Bagi mereka, pendidikan hanyalah sebuah proses agar bisa membaca, menulis dan menghitung. Setelah itu, bukan lah prioritas.

Memang pendidikan adalah investasi masa depan. Hasilnya juga baru bisa dinikmati 12-19 tahun ke depan. Bagi keluarga yang berasal dari ekonomi rendah, waktu ini terlalu panjang untuk hanya sekadar mendapatkan ijazah kemudian mencari kerja baru berpenghasilan.

Lamanya proses ini, membuat para keluarga ekonomi rendah memilih shortcut yaitu kerja serabutan yang penting berpenghasilan. Mereka tidak menyadari bahwa penghasilan orang berpendidikan akan jauh lebih tinggi dibanding mereka yang kerja serabutan.

 

“Akhir dari drama klasik tentang pendidikan bagi kalangan ekonomi rendah adalah putus sekolah.”

 

Kehadiran dan peran generasi muda sebagai relawan pendidikan menjadi salah satu angin segar untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. Mereka hadir dan langsung terjun ke daerah 3T. Tujuannya agar bisa memberikan gambaran sekaligus motivasi buat para peserta didik, guru dan lingkungan tempat mereka tinggal, bahwa sejatinya pendidikan adalah bagian penting untuk mengubah derajat keluarga ke arah yang lebih baik.

 

relawan-pendidikan

Bahkan di tengah pandemi seperti ini, lebih dari 1500 relawan pendidikan yang berasal dari mahasiswa terjun langsung. Tugas mereka jelas, membantu para guru yang mengalami kendala dalam proses pembelajaran secara daring. Ditambah lagi dengan perkembangan berbagai aplikasi pembelajaran daring yang dibuat oleh para generasi muda agar setiap anak bisa mudah memahami materi tanpa perlu tatap muka langsung. Jadi sangat jelas, bahwa pendidikan di Indonesia tidak terlepas dari kehadiran para generasi muda, dari dulu, sekarang hingga nanti.

Maka semangat seperti ini lah yang seharusnya ditanamkan pada setiap lini kehidupan. Begitupun kepada para generasi muda yang nantinya akan menjadi pemimpin.

Jika menjadi pemimpin bidang pendidikan di Indonesia.

Menjadi bagian dari generasi muda, maka sudah pasti memiliki pemikiran visioner dalam segala bidang. Tidak terkecuali di bidang pendidikan. Berbekal pengalaman sebagai relawan pendidikan di berbagai daerah di Indonesia, maka ke depan jika menjadi pemimpin maka berikut hal yang bisa diterapkan sebagai solusi pelaksanaan pendidikan di Indonesia dengan bonus demografi.

1. Penerapan kurikulum bermuatan kearifan lokal.

Pendidikan bukan hanya untuk mereka yang tiggal di kota besar. Banyak daerah terpencil dengan akses terbatas tetapi memiliki semangat tinggi untuk meraih pendidikan. Meskipun kurikulum pendidikan yang ada saat ini sudah mempertimbangkan aspek pengetahuan dan keterampilan tetapi ternyata sebaiknya harus ditunjang pula dengan aspek muatan kearifan lokal.

Sebagai contoh, untuk masyarakat yang tinggal di sekitar area hutan, maka pendidikan yang ada bukan hanya mengandalkan ilmu pengetahuan dasar seperti Matematika, IPA, IPS dan Bahasa tetapi penting dan perlunya akan pendekatan pemahaman keberadaan hutan. Mulai dari bagaimana menjaganya, memanfaatkannya hingga melestarikan hutan.

Dengan begitu, pendidikan bukan hanya untuk pengetahuan dasar saja tetapi bagaimana membaur dengan alam dalam kearifan lokal setempat. Hal yang sama berlaku untuk masyarakat pesisir dengan kearifan kenakeragaman laut.

 

2. Peningkatan kesejahteraan para tenaga pengajar dan penghapusan sistem honorer.

Menjadi garda terdepan dalam memajukan mutu pendidikan di Indonesia, itu lah fungsi tenaga pengajar. Tetapi terkadang banyak cerita miris dibalik perjuangan mereka. Mulai dari fasilitas sekolah yang kurang memadai hingga kesejahteraan, jauh dari kata ‘cukup’. Padahal tugas mereka cukup berat, memberikan pengetahuan agar kelak berguna dalam kehidupan peserta didik agar bisa memanusiakan manusia.

Peningkatan jaminan kesejahteraan para tenaga pengajar dan penghapusan sistem honorer adalah salah satu ide untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Jika tenaga pengajar sejahtera maka tidak akan ada lagi gangguan internal yang menghalangi proses transfer ilmu pengetahuan.

 
pendidikan-di-indonesia

3. Pembentukan satuan petugas pendidikan dimulai di tingkat RT/RW.

Banyak anak putus sekolah dikarenakan masalah ekonomi dan sosial. Menghadapi kondisi seperti ini terkadang pihak sekolah kesulitan dalam melakukan penanganan dan pertolongan ketika orang tua dari si anak sudah bersikukuh.

Disinilah fungsi dari satuan petugas pendidikan tingkat RT/RW dimana mereka memang bukan sebagai tenaga pendidik tetapi sebagai pusat bantuan dalam mengatasi masalah putus sekolah. Kedekatan emosional dalam lingkup tempat tinggal yang sama, seharusnya bisa menjadi jembatan dalam pencarian solusi agar anak tersebut tetap bisa lanjut sekolah ke jenjang lebih tinggi.

Tidak perlu muluk-muluk. Cukup tiga hal tersebut, yang bisa aku lakukan untuk Indonesia dalam bidang pendidikan ketika aku menjadi pemimpin kelak. Karena sejatinya, setiap orang berhak mendapatkan pendidikan yang layak.

Taumy Alif Firman

Menjadi lulusan kimia di Universitas terbaik di Indonesia bukanlah menjadi halangan untuk menuangkan tulisan tentang destinasi wisata dan gaya hidup selama menikmati keindahan di seluruh penjuru negeri.

  1. Saya sepakat dengan ulasan Mas Taumy. memang sudah seharusnya pendidikan butuh hal2 baru ya mas.nggaj dari daring aja,tetapi harus lebih lebar lagi

    ReplyDelete
  2. Sangat setuju sekali dengan uraian di atas tentang pemimpin yang punya visi dalam pendidikan harus memperhatikan kurikulum berdasarkan muatan lokal, peningkatan kesejahteraan dan status guru honorer.

    ReplyDelete
  3. Bener banget, mbak. Pendidikan juga harus di tingkatkan lagi dan meskipun pembelajarannya di lakukan secara daring, tenaga pendidik tetap semangat untuk mengajar murid-murid lewat daring supaya mereka bisa dapat belajar dengan baik.

    ReplyDelete
  4. Saya nggak ngerti, Mas Taumy, coverall tahan api dan safety shoes itu seragam apa ya? Apakah itu seragam pemadam kebakaran atau apa?

    ReplyDelete
  5. Masyaallah tabarokallah semoga para relawan yang berjuang membantu memberikan pendidikan pada anak-anak di pelosok sana mendapatkan pahala dan kekuatan selalu.

    Pendidikan memang hak setiap orang ya. Dari lingkungan terkecil dan terdekat dulu kita bisa membantu memudahkan anak-anak belajar.

    ReplyDelete
  6. Setuju banget, sumber daya utama suatu negara adalah SDM yang berpendidikan
    Terdidik intelegensi, spiritual dan emosinya
    Karena SDA akan hancur jika ga punya SDM mumpuni

    ReplyDelete
  7. Ya, pendidikan hak setiap warga negara sebetulnya sudah dijamin Undang-Undang. Hanya tinggal masih banyak yang harus dibenahi. Saya setuju dengan usul-usulnya. Semoga di kemudian hari bisa jadi pemimpin yang peduli pada pendidikan.

    ReplyDelete
  8. Setuju dengan penerapan kurikulum berkearifan lokal ..sekarang kurikulum sudah jarang terapkan tarian daerah, lagu daerah, budaya daerah,,bhsa daerah..cobalah ya diadakan lagi jadi siswa ga hanya kenal budaya luar saja

    ReplyDelete
  9. Ulasan yang menarik dan komprehensif mengenai kondisi pendidikan di Indonesia. Aku setuju dengan pendidikan berbasis kearifan lokal karena Indonesia itu sangat beragam, gak bisa disamaratakan

    ReplyDelete