9 November 2021

Masalah Pasutri Masa Kini dan Solusinya Ala dr. Indra N.C Anwar. Sp. OG

 “Panik, murung, agresif, sensitif dan tiba-tiba pendiam”. Jika menemukan karakter seperti ini maka bisa jadi yang bersangkutan memiliki masalah.

 

Tidak ada satu pun diantara kita yang selama berinteraksi tidak menimbulkan masalah. Bahkan tanpa berinteraksi, peluang masalah akibat yang ditimbulkan oleh diri sendiri juga ada loh. Merujuk KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), masalah adalah sesuatu yang harus diselesaikan (dipecahkan). Jadi, jika memiliki masalah jangan lupa untuk segera mencari solusi dan menyelesaikan masalah tersebut. Jangan dibiarkan karena bisa menimbulkan efek negatif.

 

Masalah pasutri masa kini bersama dr Indra Anwar

Seiring dengan berjalannya waktu dan kita sudah mencapai fase dewasa, maka banyak diantara kita pastinya mempersiapkan diri menuju pernikahan. Mencari pasangan yang tepat versi kita dan keluarga adalah hal gampang-gampang susah. Terkadang, versi kita sudah sesuai, eh dari keluarga yang tidak menyetujui. Begitupun sebaliknya. Tetapi jika semuanya berjalan dengan baik, maka lambat laun semuanya akan bermuara ke satu ikatan bernama pernikahan.

 

Berbicara tentang pernikahan, bukan lagi hanya ada kepentingan diri sendiri tetapi sudah berubah menjadi kepentingan berdua, bahkan lebih luas lagi ke kepentingan keluarga besar. Semuanya harus diperhatikan dan saling memberikan penyesuaian. Umumnya, awal-awal pernikahan adalah masa-masa terindah yang hadir. Tetapi lambat laun pastinya bakal ketemu juga yang namanya masalah pasutri alias pasangan suami istri.

 

Perubahan sifat, perubahan karir hingga urusan momongan bisa menjadi salah satu masalah pasutri masa kini. Seperti yang disampaikan oleh dr. Indra N.C Anwar. Sp. OG dalam Kuliah Whatsapp bersama Makuku dengan tema “Masalah Pasutri Masa Kini”. 

 

Meskipun hanya berlangsung sekitar 1 jam, tetapi kuliah WhatsApp ini benar-benar fokus membahas tentang masalah pasutri dari para peserta yang hadir. Setiap peserta bebas menanyakan permasalahan keluarga yang dihadapi saat ini dan dr Indra akan dengan lugas dan jelas memberikan jawaban dan penjelasannya. Berikut beberapa masalah peserta KulWap dan solusi dari dr Indra.

 

Masalah Belum Memiliki Momongan

Suatu pernikahan pastinya dong ingin segera memiliki momongan. Tetapi terkadang urusan memperoleh keturunan ini ternyata dipengaruhi oleh banyak faktor. Nah ketika mengetahui faktor yang menyebabkan belum memiliki momongan baru deh diselesaikan satu per satu. Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi belum memiliki buah hati adalah infertilitas. Sehingga penting sekali untuk segera mengetahui, masalah infertilitas baik pada suami maupun istri.

 

Ada hal menarik, yang ditanyakan oleh peserta terkait masalah infertilitas ini. Pertanyaan peserta tersebut adalah, "apakah infertilitas juga dipengaruhi oleh faktor genetik? Dengan histori ibu yang dulunya sulit hamil dan ini menurun ke anak perempuannya."

 

Ternyata nih ya, menurut dr Indra, masalah infertilitas itu tidak ada hubungannya dengan genetik atau sejarah ibu sebelumnya yang sulit untuk hamil. Nah, sebenarnya masalah infertilitas itu sudah dr Indra bahas pada Kuliah WhatsApp sebelumnya. Jadi, buat para calon ibu, tidak perlu khawatir akan faktor genetik sebelumnya karena itu tidak akan menurun kok.

 

Nah, malah dr Indra menambahkan bahwa salah satu faktor yang bisa mempengaruhi infertilitas itu adalah berat badan yang kurang. Kenapa bisa begitu? Menurut beliau, ketika berat badan berkurang alias underweight  maka akan mempengaruhi fungsi hormon yang dihasilkan oleh tubuh. Selain itu pula, dengan berat badan yang berkurang juga mempengaruhi fungsi dari organ reproduksi.

 

Masalah Keharmonisan Keluarga

Siapa sih yang tidak ingin hidup harmonis selamanya. Pastinya pada mau dong ya. Apalagi kan, kita sudah memutuskan memilih pasangan hidup yang akan menemani kita hingga akhir hayat, kelak, Insha Allah. Tetapi seiring dengan bertambahnya usia pernikahan yang mungkin sudah berjalan bertahun-tahun terkadang keharmonisan ini terusik. Seperti yang dirasakan oleh salah satu peserta KulWap. Kali ini pertanyaan dari seorang istri, tentang bagaimana menjaga keharmonisan dengan suami di usia pernikahan yang sudah memasuki 6 tahun?

 

Dengan background dari dr Indra yang bukan psikologis, mendapatkan pertanyaan seperti ini ternyata dr Indra juga memberikan beberapa jawaban yang bisa nih diterapkan untuk menjaga keharmonisan rumah tangga mulai dari menjaga komunikasi yang baik, menghabiskan waktu berdua hingga membuat liburan bersama disamping memperhatikan kebutuhan biologis.

 

Poin penting nya adalah, jalinlah komunikasi yang baik antara suami istri dan ciptakan nuansa nyaman di keluarga karena urusan keharmonisan dalam keluarga bukan hanya urusan suami atau istri saja, tetapi sudah menjadi tanggung jawab bersama.

 

Masalah Childfree

Semenjak ngetrend istilah childfree oleh Influencer Gita Savitri Devi melalui unggahan IG storynya, ternyata di beberapa pasangan suami istri kota-kota besar juga mengalami masalah Childfree ini sebagai pilihan hidup. Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan Childfree ini.

 

Childfree adalah pilihan pasangan suami istri untuk hidup bersama setelah menikah tanpa memikirkan untuk memiliki keturunan.

 

Nah, ketika KulWap bersama dr Indra, ada satu peserta yang menanyakan hal ini tentang “bagaimana pandangan dokter Indra terkait Childfree dan bagaimana solusinya jika suatu saat berubah pikiran untuk memiliki anak?”

 

Pertanyaan ini menjadi sangat menarik ya. Karena memang kebanyakan suami istri perkotaan disibukkan dengan kerja dan meniti karir sehingga banyak yang tidak fokus untuk memikirkan memiliki anak dalam waktu dekat.

 

Menurut dr Indra, masalah childfree itu adalah keputusan bersama yang harus dipertimbangkan dengan matang oleh suami istri dengan tetap memperhatikan keharmonisan keluarga. Masalahnya adalah ketika seorang wanita memutuskan untuk childfree perlu diingat juga kalau wanita memiliki masa reproduksi yang terbatas. Jadi harus banget dipertimbangkan dengan matang apakah mau memiliki anak atau tidak. Jika saat ini memutuskan childfree tetapi ke depan berharap ingin memiliki keturunan, maka sebaiknya memilih untuk program penyimpanan sel telur, namanya Social freezing di Morula.

 

Jadi, bagi yang memutuskan childfree untuk saat ini dan kedepan bakal berencana tetap ingin punya keturunan maka bisa jadi social freezing di Morula adalah solusinya.

 

Selama acara KulWap berlangsung, para peserta begitu antusias mengikuti setiap pertanyaan dan solusi dari dr Indra. Menarik banget sih memang. Nah buat kalian yang juga memiliki permasalahan terkait pasutri agar tidak mengganggu mental dan kesehatan tidak ada salahnya kok untuk menghubungi dr Indra. Saat ini beliau bisa dihubungi secara online atau offline.

 

Jadwal praktek online dr. Indra N.C Anwar. Sp. OG

Halodoc setiap hari Senin sampai Minggu pukul 07.00 -09.00 WIB dan pukul 15.00 - 21.00 WIB.

 

Jadwal praktek dr Indra Anwar

Jadwal praktek dr. Indra N.C Anwar. Sp. OG

Morula IVF Jakarta setiap hari Senin - Sabtu pukul 10.00 -14.00

RSIA Bunda Jakarta setiap hari Senin-Rabu pukul 14.00 - 16.00

 

 

Post a Comment

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search