MASIGNASUKAv102
1508570391356967755

Destinasi Wisata Hijau Nan Unik di Papua

Destinasi Wisata Hijau Nan Unik di Papua
Add Comments
31 March 2020
“Mas, bawa wadah sendiri kan untuk barang belanjaannya? Sekarang kita sudah tidak menyediakan kantong plastik untuk barang belanjaan” ucap pelayan toko ketika selesai membeli barang belanjaan disalah satu minimarket, kawasan Tebet. Jakarta.

Tidak ada pilihan, karena memang saat itu, aku belum tahu bahwa sekarang sudah mulai dicanangkan gerakan hijau untuk mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari. Aku memutuskan untuk membeli totebag sebagai wadah barang belanjaanku saat ini.

Sejak pencanangan larangan penggunaan sedotan beberapa tahun terakhir dan sekarang disusul dengan larangan penggunaan kantong plastik. Aku berpikir, apakah mungkin semua aktivitas kehidupan dengan konsep hijau alias ramah lingkungan bisa diterapkan? Hal ini lah yang terpikirkan sepanjang perjalanan pulang dari minimarket tersebut.

Malam pun kini beranjak larut, tetapi kota ini tidak pernah sepi. Layaknya kehidupan 24 jam, semua aktivitas berjalan dirodanya masing-masing. Begitupun juga denganku, ketika malam tiba adalah waktunya mencari inspirasi tempat liburan untuk mengisi waktu cuti yang akan datang. Akupun melihat peta Indonesia dan memperhatikan dengan saksama. Mataku berhenti dipulau timur Indonesia, Papua.

Bagiku, Papua adalah destinasi yang tepat untuk aku kunjungi kali ini. Berbagai destinasi wisata unik dan menarik sudah banyak beredar diinternet terutama yang bersumber dari EcoNusa, sebut saja Raja Ampat yang pesonanya hingga ke mancanegara. Tetapi kali ini, aku benar-benar ingin mengunjungi papua destinasi wisata hijau nan unik. Hingga aku temukan beberapa tempat tersebut yang penuh dengan kearifan lokal.

Puncak Carstenz, Sang Pemilik Salju Abadi

Siapa yang tidak senang melihat salju? Apalagi di Indonesia yang hanya memiliki 2 musim yaitu musim hujan dan kemarau. Salju merupakan hal istimewa untuk dilihat. Biasanya para wisatawan Indonesia memilih berlibur ke Jepang atau Korea untuk melihat salju.

Tetapi ternyata, di tanah Papua terdapat salju di Puncak yang tidak memandang musim ini dan merupakan salah satu destinasi yang layak dikunjungi jika berkunjung ke Papua. Bahkan karena keberadaanya selalu ada, maka sering dijuluki sebagai salju abadi.
 
Salju abadi di papua
Sumber Foto; LuarRuang.com


Terletak dipegunungan Jayawijaya, dengan ketinggian mencapai 4.884 mdpl menyebabkan udara dipuncak gunung ini sangat dingin. Puncak ini awalnya dilihat pertama kali oleh penjelajah asal Belanda bernama Jan Carstenz pada tahun 1623. Sehingga puncak ini pun diberi nama Puncak Carstenz yang merupakan puncak tertinggi di Indonesia dan juga menjadi salah satu dari tujuh puncak tertinggi di dunia, ‘Seven Summits’.

Desa terdekat menuju puncak Carstenz adalah desa Ugimba yang ditempuh selama 8 jam perjalanan dari Sugapa, Intan Jaya. Dari Ugimba, masih butuh sekitar 4 hingga 6 hari menuju puncak Cartenz.

Puncak Cartenz tidak hanya menyajikan salju abadi diketinggian tetapi banyak hal yang bisa dinikmati sepanjang perjalanan seperti sungai air garam, sungai terbalik karena airnya mengalir dari bawah ke atas, hingga hujan es. Belum lagi kekayaan flora dan fauna yang tersebar dibeberapa ekosistem hutan berdasarkan ketinggian. Hal inilah yang membuatku ingin sekali berkunjung ke puncak Carstenz papua destinasi wisata hijau dengan salju abadinya .


Malam yang Memikat di Desa Kunang-Kunang Wouna

Mengembalikan memori masa kecil, akan keberadaan kunang-kunang ternyata juga bisa dinikmati di tanah papua. Ketika malam hari tiba, keberadaan kunang-kunang dengan cahayanya yang kerlap-kerlip disela-sela pepohonan adalah pemandangan yang sulit ditemukan di kota-kota besar. Apalagi seperti ibukota Jakarta.

Terletak di desa Wouna, Distrik Yawosi, keberadaan kunang-kunang sudah lama menjadi destinasi wisata unik sekaligus ramah lingkungan. Udara bersih merupakan salah satu faktor pendukung keberlangsungan hidup kunang-kunang, dan ini bisa ditemukan di desa Wouna. Apalagi kunang-kunang disini besar-besar sehingga cahaya yang dihasilkan pun tampak lebih bersinar.
 
Kunang kunang sebagai destinasi wisata hijau di papua
Sumber Foto; indozone.id

Populasi kunang-kunang di Pulau Biak benar-benar dijaga oleh masyarakat setempat sebagai salah satu bentuk kearifan lokal akan keseimbangan ekosistem. Ketika kunang-kunang muncul itu artinya, udara disekitar mereka terjaga dengan baik sehingga aktivitas tidak akan terganggu akibat adanya polusi.

Romantisme malam dikelilingi cahaya memikat dari kunang-kunang membuat desa Wouna layak untuk dikunjungi. Berdasarkan informasi penduduk lokal bahwa waktu terbaik untuk menikmati kunang-kunang adalah pukul 18.00 - 21.00 WIT. Hal inilah yang menjadikan desa Wouna sebagai salah satu tempat liburan hijau yang ingin aku kunjungi, sekaligus nostalgia masa kecil. Kapan lagi, bisa berlari di bawah pohon dengan kerlap-kerlip cahaya dari kunang-kunang kalau bukan di desa Wouna.

Bertemu dengan Paus Bryde, Penjaga Kampung Lobo

“Pernahkah bertemu dengan ikan paus sepanjang 12 meter dan disaksikan langsung tepat di depan mata, bukan lagi di layar televisi?” celoteh teman saat kami berdiskusi tentang destinasi wisata laut.

Belum sempat terjawab, teman tersebut akhirnya mengeluarkan kalimat ampuh sekaligus tantangan. Ayo lah, datang ke kampung Lobo, maka engkau akan menemukan Paus Bryde, sang penjaga kampung Lobo.
paus Bryde di Teluk Triton
Sumber Foto; intronesia.com

Berada di Teluk Triton, Kampung Lobo menjadi salah satu tempat terbaik untuk bertemu dengan paus Bryde. Meskipun masyarakat kampung Lobo mayoritas nelayan, tetapi mereka hidup dengan harmonis bersama paus Bryde. Tidak ada satupun nelayan memburu paus ini. Bahkan mereka sudah menganggap keberadaan paus Bryde sebagai penyelamat hingga menjadikannya keluarga ketika berada di laut. Kearifan lokal nan unik bersahabat dengan mamalia laut yang perkasa.

Apalagi kata temanku, bahwa ketika air laut sedang jernihnya tidak jarang paus Bryde ini akan berkumpul ditengah lautan dan menari-nari. Sesekali, dari balik punggungnya, air akan tersembur ke udara. Semua ini bisa langsung dinikmati dari atas perahu nelayan. Ah, benar-benar memikat. Aku pun memastikan paus Bryde sang penjaga kampung Lobo adalah tujuanku ketika berkunjung ke tanah papua.

Desa Noken di Kampung Utikini Baru

Noken merupakan salah satu hasil karya dari Papua berbentuk wadah yang sering digunakan untuk menyimpan barang bawaan. Noken terbuat dari serat kayu kemudian dipilin dan dirajut hingga menyerupai tas. Pada 4 Desember 2012, noken sudah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia sehingga patut dan layak untuk dilestarikan.

Bagi para wanita papua atau sering disebut mama mama papua, noken bukan hanya sebuah wadah penyimpanan multifungsi tetapi juga sebagai simbol kedewasaan. Seorang wanita papua, belum dikatakan dewasa jika tidak mampu merajut noken yang baik. Sehingga noken sudah menjadi sentral keluarga dan citra wanita papua.
 
Noken papua
Sumber Foto; VoA Indonesia

Salah satu desa noken yang ingin aku kunjungi adalah desa noken di Kampung Utikini Baru. Kampung ini sudah sering menghasilkan berbagai jenis model noken hingga merajut turunan produk noken. Selain terbuat dari serat kayu, di kampung ini noken juga sudah mulai menggunakan benang wol.

Menjadikan buah tangan sekaligus sebagai bentuk kampanye lingkungan dalam mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari adalah salah satu alasan mengapa desa noken wajib dikunjungi.

Maka benarlah adanya tentang kalimat kawanku yang sepintas terdengar biasa saja tetapi penuh makna. “Jika ingin melihat hutan beton datanglah ke Jakarta. Tetapi, jika ingin menikmati travelling hijau, datanglah ke Papua”. 
Taumy Alif Firman

Menjadi lulusan kimia di Universitas terbaik di Indonesia bukanlah menjadi halangan untuk menuangkan tulisan tentang destinasi wisata dan gaya hidup selama menikmati keindahan di seluruh penjuru negeri.

  1. Papua indah sekali ya, semoga selalu terjaga keaslian alam dan budayanya..

    ReplyDelete
  2. hihihi di Jakarta ada hutan beton hijau ya, kalau di Papua, hutan beneran :D
    Bukan semata hutan, tapi lengkap dengan populasi keanekaragaman hayati yang terkandung di dalamnya.

    Bangga banget Indonesia punya hutan Papua :)

    ReplyDelete
  3. Papua itu indah semoga tetap lestari sampai nanti aku menginjakan kaki di tanah Papua tercinta, salam kenal dan good luck ya kak

    ReplyDelete
  4. Yang baru saya tau tentang populasi kunang-kunang mas ..

    Mereka, masyarakat Papua begitu menjaga kekayaan alam mereka. Kita pun seharusnya ikut membantu mereka agar Papua tetap terjaga keindahannya

    ReplyDelete
  5. Sepertinya banyak hal yang ada di Papua dan nggak ada di tempat lain ya. Itulah unik dan indahnya Papua. Semoga suatu hari nanti diberikan rezeki dan kesempatan untuk menginjakkan kaki langsung di sana.

    ReplyDelete
  6. Kalau bahas Papua penuh sejuta harapan dan cita-cita saya pengin banget mendaki puncak cartenz ini sebelum Himalaya
    Wowowowoww salju abadi kerennnn gak nyangka di wilayah Indonesia ada saljuuu
    Seriusan mimpi saya pengin daki gunung

    ReplyDelete
  7. Membayangkan Wouna, Distrik Yawosi sebagai desa kunang-kunang. Duh andai saja dekat, sudah lari ke sana deh pengen lihat. Waktu kecil masih sering lihat kunang-kunang di kampung. Sekarang cuma nemu di drama Korea. Semoga wisata hijau Papua terjaga kelestariannya..

    ReplyDelete
  8. Kalau lihat gambar2 destinasi Papua tuh bener2 indah banget ya kak. Karena alamnya masih aseli blm bnyk dijamah Manusia. Cerita kunang2 mengingatkan sy pd masa kecil. Nangkep kunang2 dan dimasukin ke stoples jadi terang benderang sekitarnya hehe.Semoga keaslian alam Papua tetap terjaga ya ..

    ReplyDelete
  9. Pengen banget dari dulu liat paus besar itu langsung. Ya Alloh indah banget ya bumi Papua, semoga alamnya selalu terjaga untuk generasi mendatang.

    ReplyDelete
  10. Woaaa saya suka saya suka, bisa liat kunang-kunang, dan paus secara langsung???
    MasyaAllah,,,

    Tentang noken, saya sudah pernah dioleh-olehin suami, semoga suatu hari bisa pilih sendiri noken yang disuka

    ReplyDelete
  11. Wisata hijau Papua selalu menarik untuk bisa dieksplorasi. Dari dulu juga saya ingin ke Papua tapi belum kesampaian.

    ReplyDelete
  12. Papua ini emang serpihan surga yang ada di Indonesia, karena kaya sumber daya alam , kaya seni budaya hingga flora fauna yg beragam dan juga tempat wisata yang sangat alami, keren banget econusa ini mempunyai kegiatan yg sangat bermanfaat untuk menjaga kelestarian alam papua.

    ReplyDelete
  13. Saya termasuk orang yang paling suka denger berita tentang Papua. Kalau ada info yg sedih di sana aja saya suka nangis. Meskipun belum pernah ke sana tapi dari literasi banyak membuktikan kalau tanah Papua itu ladang investasi yang luar biasa bagi Indonesia. Kekayaan dan keindahannya luar biasa. Jadi aneh kalau ada yg bilang Papua itu tertinggal. Buktinya sekarang sangat terkenal di mancanegara.

    ReplyDelete
  14. Banyak surga tersenbunyi yah di Indonesia ini, terlebih Papua yang saat ini menjadi destinasi impian semua orang termasuk saya salah satu nya hehe. Anw itu penasaran banget sih sama desa kunang-kunang wouna, pasti bakalan indah banget :)

    ReplyDelete
  15. ah, jadi kangen sama kunag-kungan...entah sudah berapa tahun tak menjumpainya. Ternyata di Wouna masih ada dan terjaga.
    Papua memang destinasi wisata hijau yang memesona dan patut kita jaga kelestariannya

    ReplyDelete
  16. Ya Allah terakhir liat kunang-kunang waktu kelas 1 SMK sekarang dah susah banget nemuin hewan ini di sini. Kalau di Papu jelas masih banyak ya karena hutannya masih begitu terjaga.

    ReplyDelete
  17. Puncak Cartszen ini ada salju abadinya yaa Mas Taumy... Masyaallah unik2 ya alam Papua ini, eksotis dan misterius hehe... banyak yg belum saya tau, tfs Mas, menarik tulisannya

    ReplyDelete
  18. Saya juga sangat terpikat sama Papua. Selain alamnya yang indah, tradisinya juga unik.

    ReplyDelete
  19. Aih, aku jadi merindukan kunang-kunang. Tempat tinggalku di sini masih termasuk pedesaan juga. Tapi nggak ada kunang-kunang. Apakah karena udara dan lingkungan sudah tercemar, ya?

    Papua di setiap sentinya selalu menawarkan destinasi wisata hijau yang menarik. Puncak Cartenz jadi salah satu yang kuimpikan, tuh. Tapi mengingat medannya yang sulit, mengetahui salah satu seven summits ini dalam keadaan baik pun aku sudah senang.

    ReplyDelete
  20. Anakku pernah bertanya, di Indonesia adakah salju? Saya bilang, Indonesia cuma punya dua musim, musim hujan dan panas, tapi kalau mau lihat es/salju ada gunung yang ada di papua, dia pengen banget ke sana, semoga cita-citanya tercapai saat besar

    ReplyDelete
  21. Papua nih emang banyak yaa destinasi wisata yg masih perawan, hijau dan perlu banget dilestarikan dan dikembangkan lagi...
    Aku jadi pengen deh ke Papua suatu saat nanti

    ReplyDelete
  22. yang menarik perhatianku adalah tempat konsevasi laut dan beragamnya biota laut di Papua. Asli bikin pengen menyelam menikmati keindahan alam bawah laut

    ReplyDelete
  23. papua..semoga tetap terjaga hutannya
    semoga tetap lestari alamnya
    btw..penasaran dgn hiunya

    ReplyDelete
  24. Papua emang masih terjaga banget ekowisatanya. Semoga Akan terus terjaga. Btw aku baru tahu di pulau biak terkenal dengan kunang-kunangnya. Dan itu besar sekali pausnya masya Allah~

    ReplyDelete
  25. Penasaran banget sama paus bryde, semoga suatu hari nanti bisa mampir ke Papua lagi dan berenang ama paus :)

    ReplyDelete
  26. Ya ampuuuuun saya asli mupeng dan terkagum-kagum dengan ulasan tentang tempat wisata yang ada di Papua ini, semoga saya suatu saat, saya bisa merasakan langsung keindahan tempat-tempat tersebut. Keren-keren banget.

    ReplyDelete
  27. Setelah menaklukan Gunung Kerinci Agustus lalu bersama anak, tujuan selanjutnya pendakian ya Puncak Jayawijaya.
    Mana lagi yg lebih tinggi di tanah air ini?

    ReplyDelete
  28. Pengen ke Papua. Setuju klo hutan papua jd wilayah konservasi dunia sebelum hutannya habis

    ReplyDelete
  29. Wow, beneran tuh, Mas Taumy, kalau di Kampung Lobo kita bisa melihat ikan paus sepanjang 12 meter? Bergidik duluan deh hihi... Kunang2 di malam hari bermunculan makin menambah keindahan alam Papua ya. Aku kepengen deh ke Raja Ampat dan Lembah Baliem 😍

    ReplyDelete
  30. Paus Bryde itu Ikan Hiu Paus atau Whale shark ya. Penasaran juga ingin ke Teluk Triton. Populasi kunang2 juga menarik

    ReplyDelete
  31. Waduh, ikan Paus sepanjang 12 meter? Tentu sangat menakjubkan ya bisa melihat langsung kebesaranNya. Papua benar2 wonderful bgt.

    ReplyDelete
  32. Aku juga pengin ke Kampung Lobo. Ini di daerah Kaimana kan, dekat teluk Triton. Gak kebayang sensasi melihat paus dari jarakl yang super dekat. Pasti ngeri-ngeri sedap.

    ReplyDelete
  33. aku itu kagum banget sama noken lho kak, karena papahku dinas d papua itu jadi kebiasaan pake tas noken ini bahkan sampe ke mall juga beliau pake tas nokennya itu yg mana bisa muat seekor babi besar lho

    ReplyDelete
  34. Iniloh indahnya Papua yaah bang, salah satu destinasi impian aku banget ini bang hehe. Semoga setelah Corona aku bisa trip kesini. Kecenyaa lagi cuma Papua yang punya Salju di Indonesia yaah mantap!

    ReplyDelete
  35. Papua, surga tersembunyi di Timur Indonesia. Swmoga tercapai impiannya ya mwngunjungi semua yang ada dalam daftar di atas, jangan lupa dituliskan di blog juga :D

    ReplyDelete
  36. Gak nyangka deh kalau Papua itu keren banget. Alamnya masih sangat alami dan hijau. Baik darat ataupun laut. Terlebih di Raja Ampat. Semua orang tentu pengen ke sana :)

    ReplyDelete
  37. Semoga kekayaan alam Papua bisa tetap dan masyarakatnya semakin sejahtera ya.
    Ingin deh suatu saat mengunjungi tanah Papua :)

    ReplyDelete
  38. Paus Bryde dan masyarakat Kapung Lobo yang hidup harmonis layaknya keluarga...mungkin cuma ada di Papua ya. Begitu banyak kearifan lokal dan budaya juga alam yang masih terjaga di sana...Semoga bisa lestari sampai nanti

    ReplyDelete
  39. Melihat foto paus gini jadi inget masa kecil dulu. Bacaan dan gambar-gambar yang aku baca semua tentang jenis-jenis ikan gini. Gak tau kenapa jadi kangen masa itu, Mas. Makasih, Mas..hehe

    Oh gitu, bagus juga ya, Mas ternyata desa itu. Bisa menghasilkan produk rajutan gitu. Kalau bisa kesana langsung bisa sekalian ikut bikin sepertinya ya, Mas.

    ReplyDelete
  40. Aku sempat mengagumi Gunung Jayawijaya, dan sejak masih sekolah udah tau puncak Carstenz ada salju abadi. Sempet punya impian ke sana
    Tapi tanah Papua memang mengagumkan dengan pesona keindahan alamnya

    ReplyDelete
  41. Seriusss, pingin banget kesinii. Punya saudara di Jayapura, dan semoga bisa mengunjungi mereka sepulang dari Taiwan. Dan pastinya artikel mas Talif akan jadi bahan rujukan wisata nih. Thanks bangettt sharingnya ^^.

    ReplyDelete