MASIGNASUKAv102
1508570391356967755

Gugusan Pulau di Taman Nasional Komodo

Gugusan Pulau di Taman Nasional Komodo
Add Comments
18 April 2020
“Bukit-bukit karang dengan rumput liarnya, seakan menjadi saksi keangkuhan ombak laut sekelilingnya. Di bawahnya, pantai dengan pasir berwarna putih, merah muda dan hitam dengan lekukan menawan sepanjang bibir pantai diiringi guratan emas merah merona matahari terbenam dari Pulau Kanawa adalah pemandangan yang disuguhkan sepanjang hari. Ini lah pesona taman nasional komodo yang mulai bersinar”

Matahari belum menampakkan dirinya, ketika aku bergegas menuju dermaga untuk memulai perjalanan hari ini. Dari sisi kiri dermaga sudah bersandar tiga perahu nelayan berkapasitas masing-masing 10 orang. Aku menuju perahu kedua dan menyapa ABK, yang akan menamaniku seharian. Tali penambat kapal sudah dilepas dan mesin kapal perlahan terdengar, diiringi gerakan perahu menjauhi dermaga, pelan tapi pasti. Aku mulai memposisikan diri di buritan kapal, menikmati angin pagi yang segar dan tenangnya air laut. Gelombang pagi ini cukup bersahabat, hanya tampak riak-riak kecil sepanjang perjalanan. Sesekali berpapasan dengan perahu nelayan yang di atasnya berkibar bendera merah putih.


“Bang, kita langsung ke Pulau yang paling ujung, karena subuh begini masih sepi pengunjung” teriak ABK yang dengan lihai mengarahkan kapal bertenaga mesin honda 2 tak miliknya.
Taman Nasional Komodo
Pesona pulau padar dari ketinggian

Aku menganggukkan kepala, dan perahu masih melaju, membelah lautan dengan pemandangan bukit-bukit karang di sisi kirinya. Terkadang, perkampungan nelayan dilewati sepanjang perjalanan. Sajian ini lah yang akan menemani sepanjang perjalanan menuju tujuan pertama, Pulau Padar.

Pulau Padar, primadona Taman Nasional Komodo

Sebagai salah satu bagian dari gugusan Pulau Komodo, Pulau Padar menyimpan keindahan tersendiri. Pulau ini menawarkan lima lekukan pantai setengah lingkaran yang dapat dilihat dari ketinggian. 

Butuh perjuangan untuk mendaki bukit di Pulau Padar, sebelum akhirnya lekukan pantai itu tampak jelas tersaji di depan mata. Inilah pesona yang tersembunyi itu. Garis pantai dengan lekukan berbeda, hanya dapat dinikmati dari atas bukit. Semakin tinggi mendaki, maka semakin tampak kelima lekukan pantai Pulau Padar. 
Pulau padar labuan bajo
Empat lekukan pantai dari lima yang telihat di pulau padar

Aku berhenti sejenak, menikmati pemandangan ini sambil meminum sebotol air mineral yang dibawa atas saran dari ABK. Betah sekali untuk berada di ketinggian ini. Hingga akhirnya terik matahari menjadi pengusir diri untuk kembali bergegas ke perahu menuju destinasi pulau berikutnya.
.

Pulau Komodo yang liar

Selepas dari Pulau Padar, perjalanan dilanjutkan menuju Pulau Komodo. Perahu diarahkan memutari pulau Padar, melewati lekukan pantai berpasir hitam dan kemudian berganti dengan lekukan pantai berpasir putih. Lagi-lagi keindahan itu tersajikan dari bawah Pulau Padar, hingga kapal perlahan menjauh. 
Di depan, barisan bukit Taman Nasional Komodo mulai tampak. Aku putuskan menuju Pulau Komodo, sembari berencana menikmati makan siang di tepi pantai Pulau Komodo.



Berada di sebelah barat Pulau Flores yang terpisahkan oleh Selat Molo, Pulau Komodo beserta Pulau Rinca merupakan kawasan Taman Nasional Komodo yang dijadikan sebagai salah satu situs warisan dunia oleh UNESCO. Di Pulau ini lah, populasi komodo dilindungi dan mereka bebas hidup liar di habitatnya.

Pulau Komodo
Komodo di tepi pantai pulau komodo

Sebelum memulai petualangan menyusuri jejak komodo, para pengunjung akan diberikan arahan dan pilihan rute. Karena insting komodo yang masih liar, sehingga para pengunjung diharapkan waspada dan tidak melakukan gerakan tiba-tiba. 

Setiap lima orang pengunjung akan didampingi dengan “ranger” yang akan mengarahkan dan berjaga-jaga jika tiba-tiba bertemu dengan komodo.

Aku sendiri memilih “short track” bersama dengan 4 orang lainnya. Setelah berjalan sekitar 10 menit, kami berhasil bertemu dengan komodo yang sedang memangsa kijang buruannya. Sebuah pemandangan kehidupan liar, yang hanya bisa disaksikan di taman nasional ini. 
Puas menikmati “acara makan siang komodo”, trekking dilanjutkan menyusuri pantai, dan ternyata di sepanjang pantai ini lah, komodo banyak ditemukan. Di akhir trekking, aku berpisah dengan “ranger” dan mencari tempat di pinggir pantai Pulau Komodo, untuk menikmati makan siang sebelum perjalanan berlanjut ke Pulau Kanawa.

Pulau Kanawa yang menentramkan

Dari sekilas, nama pulau ini hampir sama dengan pulau yang ada di Sumbawa, yaitu Pulau Kenawa. Tetapi ternyata pulau ini berbeda, meskipun penulisannya hampir sama. Pulau seluas 32 hektar ini dikelola oleh investor asing. Pulau ini menyimpan keindahan terumbu karang dan pasir putih di permukaan pantainya. Pulau yang banyak pengunjung datang kesini, karena jaraknya dekat dengan Labuan Bajo dan sudah memiliki jadwal kapal setiap harinya dari dan menuju pulau Kanawa. Karena keindahan bawah lautnya lah, aku tidak sabar lagi untuk snorkeling, menikmati terumbu karang yang tersaji.
Pulau Kanawa
Dermaga pulau Kanawa

Benar saja, alam bawah laut Pulau Kanawa begitu mempesona. Hanya dengan snorkeling kita bisa melihat terumbu karang, bintang laut dan berbagai jenis ikan warna-warni lainnya. Rasanya tak ingin beranjak dari permukaan laut, tetapi apalah daya, sore sudah menyapa. 

Aku bergegas menuju bibir pantai, berjalan-jalan menikmati keindahan pasir putihnya sebelum akhirnya kembali ke dermaga kayu, tempat kapal yang ku tumpangi bersandar.

“Ah, pulau ini begitu tenang dan romantis” ungkapku dalam hati sebelum akhirnya tali tambat kapal dilepaskan dan kembali mesin dibunyikan, bergerak menjauh dari dermaga kayu Pulau Kanawa.

Selepas dari pulau Kanawa, mentari perlahan terbenam di ufuk barat, meninggalkan guratan emas di langit-langit yang kian lama berubah menjadi merah. Sebuah perjalanan luar biasa dan tidak terlupakan, mengunjungi Taman Nasional Komodo. 
Berpindah dari satu pulau ke pulau lain, menikmati keindahan atas dan bawah laut taman nasional ini dan sekarang perjalanan itu akan berakhir di dermaga Labuan Bajo, tepat sebelum malam benar-benar larut dan lampu cahaya malam mulai menghiasi bibir pantai Labuan Bajo. Aku bersyukur, bisa menikmati pesona taman nasional komodo yang mulai bersinar dan berdoa agar alam dan keindahannya tetap lestari.
Taumy Alif Firman

Menjadi lulusan kimia di Universitas terbaik di Indonesia bukanlah menjadi halangan untuk menuangkan tulisan tentang destinasi wisata dan gaya hidup selama menikmati keindahan di seluruh penjuru negeri.