Apa yang paling menyedihkan, saat
melihat berbagai dampak dari perubahan iklim terpampang nyata di depan mata?
Suhu bumi semakin panas. Musim yang tidak menentu. Hingga abrasi parah
dimana-mana. Dan paling menyedihkan dari kejadian ini semua adalah, kita tidak
bisa apa-apa.
Sebagai makhluk bumi, dampak dari
perubahan iklim itu bukan untuk dibiarkan saja, tetapi butuh aksi nyata. Bahkan
dari hal yang terlihat sepele, ternyata memiliki dampak signifikan. Seperti melalui
tanaman penyelamat bumi.
Sebenarnya ada banyak tanaman
penyelamat bumi, tetapi tidak banyak yang bisa berfungsi ganda. Bukan hanya
untuk ekosistem tetapi juga untuk dimanfaatkan lebih lanjut. Itulah mengapa, masa
depan bumi kita ternyata bisa diselamatkan dari hal sederhana yaitu tanaman
berfungsi ganda.
Tanaman Penyelamat Dari Pesisir
Bagi yang suka liburan ke pantai,
pastinya tidak asing dengan berbagai tanaman yang tumbuh sepanjang garis
pantai. Bahkan yang paling mencolok adalah bentuk akarnya unik dan muncul ke
permukaan. Bentuk akar unik ini dikenal sebagai akar nafas dan tanaman ini
adalah mangrove.
Sebagai negara kepulauan,
ekosistem mangrove sudah lama menjadi pelindung abrasi air laut. Apalagi
Indonesia memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada yaitu
99.093 kilometer. Jika tidak ada yang melindungi, maka mau nggak mau luas daratan
setiap tahun akan berkurang karena dampak perubahan iklim. Dari sinilah peran
mangrove itu nyata adanya.
Ekosistem mangrove di sepanjang
pesisir ternyata berfungsi sebagai tempat berlindung sekaligus pemijahan
berbagai spesies laut serta menjaga keseimbangan ekologi. Bukan hanya itu saja,
kehadiran mangrove berfungsi sebagai penahan serangan abrasi air laut agar
daratan tidak tenggelam.
Makanya tidak heran, jika
berbagai gerakan penyelamat mangrove mulai muncul dari berbagai daerah. Seperti
yang disampaikan oleh Daniel Kbarek selaku Program Officer The Asia Foundation
yang salah satu fokusnya adalah menyelamatkan ekosistem Mangrove di Raja Ampat,
Papua.
| Daniel Kbarek (Program Officer The Asia Foundation) |
Menurut beliau bahwa, mangrove di
Raja Ampat adalah penyelamat stok ikan perairan. Bukan hanya penyelamat garis
pantai tetapi juga menghasilkan detritus dari guguran daun yang bakal menjadi
sumber energi utama dalam rantai makanan pesisir. Bahkan kehadiran mangrove
mampu menyaring sedimen dan polutan di laut agar air laut tetap jernih yang
menjadi bagian krusial bagi kelangsungan hidup biota laut.
Fungsi Ganda dari Mangrove
Meskipun dikenal sebagai penjaga
ekosistem perairan pesisir, mangrove tidak hanya berhenti disitu saja. Mangrove
memiliki fungsi lain yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Apalagi
kalau bukan sebagai bahan pangan.
Daerah yang mengalami kesulitan
bahan pangan karena akses tetapi memiliki ekosistem mangrove yang melimpah
ternyata memberikan peluang baik dalam pemanfaatan mangrove itu sendiri.
| Wawiyai Steve (Program Manager PKPRA) |
Melalui Kelompok Tani Mangrove
(KTM) Friwen, hutan mangrove direstorasi di atas lahan seluas 1.025 Ha. Hasil
dari proses restorasi inilah kemudian dikelola secara adat dan bertanggung
jawab untuk memastikan sustainability ekosistem mangrove.
Melalui tangan-tangan Perempuan
Papua, mangrove tersebut diolah menjadi sumber bahan pangan. Iya, sumber bahan
pangan. Kalian tidak salah baca. Itulah mengapa, Mangrove bukan hanya pelindung
ekosistem perairan tetapi juga berfungsi ganda sebagai sumber bahan pangan
masyarakat pesisir.
Mengenal Tanaman Fungsi Ganda yang Lain, Durian Montong Parigi
Dari pesisir perairan Raja Ampat
Papua, kita geser ke daratan Sulawesi. Ternyata di Sulawesi terdapat komoditas
yang sudah mendunia karena rasanya yang manis nan legit. Apalagi kalau bukan Durian
Montong Parigi.
Dengan daging buah yang tebal dan
padat serta memiliki tekstur lembut tidak berair menjadikan durian montong
Parigi adalah primadona Sulawesi Tengah.
Bukan hanya sebagai primadona. Sejak dulu, durian dikenal sebagai penjaga keseimbangan ekosistem hutan dan lingkungan sekitar. Mulai dari proses konservasi tanah karena akar pohon durian yang efektif dalam mengikat lapisan tanah atas sehingga mencegah erosi dan longsor. Serta menjadi penyangga hutan yang mampu menyerap dan menyimpan Cadangan air.
Tidak berhenti disitu saja, fungsi ganda durian montong Parigi terus berlanjut. Bijinya bisa diolah jadi tepung alternatif berprotein melalui beberapa tahapan proses pembersihan, perebusan, pengupasan, pengirisan, penepungan hingga pengayakan. Tepung yang dihasilkan bisa digunakan sebagai campuran pembuatan cookies. Dan satu yang menarik, tepung biji durian tidak memiliki kandungan gluten. Sehingga sangat cocok untuk digunakan sebagai sumber bahan pangan free gluten.
Bagian lain dari durian montong
Parigi yang bisa dimanfaatkan untuk memastikan tidak ada bagian yang terbuang
sia-sia adalah kulitnya yang bisa disulap jadi bahan pengusir nyamuk. Ternyata
kulit durian mengandung senyawa aktif seperti saponin, polifenol, flavonoid dan
tanin yang bisa digunakan sebagai insektisida nabati untuk beberapa jenis hama
serangga seperti ulat, semut, belalang dan kutu daun.
Dari Lokal Menuju Panggung Dunia
Kehadiran mangrove dan durian
montong Parigi sebagai tanaman yang berfungsi ganda ternyata bisa menjadi tema
lokal dalam mengantisipasi dampak dari perubahan iklim saat ini. Inovasi
zero-waste perkebunan lokal dan lumbung pangan pesisir inilah yang bisa dibawa
ke panggung Bangkok Climate Action Week 2026.
Dimana salah satu concern adalah
aksi iklim nyata berbasis kearifan lokal sekaligus menciptakan nilai ekonomi
bagi masyarakat. Mangrove menjaga ekosistem perairan sekaligus menjadi sumber
pangan masyarakat pesisir. Begitupun dengan durian montong Parigi sebagai
pencegah longsor dan menjaga air tanah pada ekosistem hutan sekaligus sumber
bahan pangan free gluten.
Berharap gerakan sederhana dalam menjaga dan mengelola tanaman pelindung bumi bisa menyebar ke seluruh daerah. Menjaga hutan kita itu artinya kita turut andil menjaga keberlangsungan pangan dan keberlangsungan tempat tinggal kita. Karena kita hanya punya satu rumah yaitu bumi tercinta. Saat bumi rusak, maka kita juga rusak di dalamnya. Yuk, selamatkan bumi.
#ecobloggersquad #theasiafoundation #TAFIndonesia #merawatmimpi #menumbuhkaninspirasi @ecobloggersquad @theasiafoundation @kawanpesisirr4
comment 0 komentar
more_vert