MASIGNASUKAv102
1508570391356967755

Dua Tanaman Berfungsi Ganda, Sepele Tapi Rajanya "Penyelamat"

Dua Tanaman Berfungsi Ganda, Sepele Tapi Rajanya "Penyelamat"
Add Comments
29 September 2026

Apa yang paling menyedihkan, saat melihat berbagai dampak dari perubahan iklim terpampang nyata di depan mata? Suhu bumi semakin panas. Musim yang tidak menentu. Hingga abrasi parah dimana-mana. Dan paling menyedihkan dari kejadian ini semua adalah, kita tidak bisa apa-apa.

Mangrove

Sebagai makhluk bumi, dampak dari perubahan iklim itu bukan untuk dibiarkan saja, tetapi butuh aksi nyata. Bahkan dari hal yang terlihat sepele, ternyata memiliki dampak signifikan. Seperti melalui tanaman penyelamat bumi.

Sebenarnya ada banyak tanaman penyelamat bumi, tetapi tidak banyak yang bisa berfungsi ganda. Bukan hanya untuk ekosistem tetapi juga untuk dimanfaatkan lebih lanjut. Itulah mengapa, masa depan bumi kita ternyata bisa diselamatkan dari hal sederhana yaitu tanaman berfungsi ganda.

Tanaman Penyelamat Dari Pesisir

Bagi yang suka liburan ke pantai, pastinya tidak asing dengan berbagai tanaman yang tumbuh sepanjang garis pantai. Bahkan yang paling mencolok adalah bentuk akarnya unik dan muncul ke permukaan. Bentuk akar unik ini dikenal sebagai akar nafas dan tanaman ini adalah mangrove.

Sebagai negara kepulauan, ekosistem mangrove sudah lama menjadi pelindung abrasi air laut. Apalagi Indonesia memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada yaitu 99.093 kilometer. Jika tidak ada yang melindungi, maka mau nggak mau luas daratan setiap tahun akan berkurang karena dampak perubahan iklim. Dari sinilah peran mangrove itu nyata adanya.

Ekosistem mangrove di sepanjang pesisir ternyata berfungsi sebagai tempat berlindung sekaligus pemijahan berbagai spesies laut serta menjaga keseimbangan ekologi. Bukan hanya itu saja, kehadiran mangrove berfungsi sebagai penahan serangan abrasi air laut agar daratan tidak tenggelam.

Makanya tidak heran, jika berbagai gerakan penyelamat mangrove mulai muncul dari berbagai daerah. Seperti yang disampaikan oleh Daniel Kbarek selaku Program Officer The Asia Foundation yang salah satu fokusnya adalah menyelamatkan ekosistem Mangrove di Raja Ampat, Papua.

Daniel Kbarek
Daniel Kbarek (Program Officer The Asia Foundation)

Menurut beliau bahwa, mangrove di Raja Ampat adalah penyelamat stok ikan perairan. Bukan hanya penyelamat garis pantai tetapi juga menghasilkan detritus dari guguran daun yang bakal menjadi sumber energi utama dalam rantai makanan pesisir. Bahkan kehadiran mangrove mampu menyaring sedimen dan polutan di laut agar air laut tetap jernih yang menjadi bagian krusial bagi kelangsungan hidup biota laut.

Fungsi Ganda dari Mangrove

Meskipun dikenal sebagai penjaga ekosistem perairan pesisir, mangrove tidak hanya berhenti disitu saja. Mangrove memiliki fungsi lain yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Apalagi kalau bukan sebagai bahan pangan.

Daerah yang mengalami kesulitan bahan pangan karena akses tetapi memiliki ekosistem mangrove yang melimpah ternyata memberikan peluang baik dalam pemanfaatan mangrove itu sendiri.

Wawiyai Steve
Wawiyai Steve (Program Manager PKPRA)

Salah satu yang paling menonjol adalah perjuangan Wawiyai Steve selaku Program Manager PKPRA Bersama kelompok Perempuan di hutan desa Kampung Friwen, Raja Ampat, Papua. Melalui konsep Perempuan penjaga hutan, gerakan ini tumbuh bukan hanya sebagai penyelamat hutan mangrove yang sempat mengalami degradasi tahun 2018 akibat pengambilan kayu mangrove untuk kebutuhan homestay dan resort. Tetapi juga sebagai gerakan inisiasi, restorasi hingga inovasi ketahanan pangan dari mangrove.

Melalui Kelompok Tani Mangrove (KTM) Friwen, hutan mangrove direstorasi di atas lahan seluas 1.025 Ha. Hasil dari proses restorasi inilah kemudian dikelola secara adat dan bertanggung jawab untuk memastikan sustainability ekosistem mangrove.

Melalui tangan-tangan Perempuan Papua, mangrove tersebut diolah menjadi sumber bahan pangan. Iya, sumber bahan pangan. Kalian tidak salah baca. Itulah mengapa, Mangrove bukan hanya pelindung ekosistem perairan tetapi juga berfungsi ganda sebagai sumber bahan pangan masyarakat pesisir.

Cookies Mangrove


Mengenal Tanaman Fungsi Ganda yang Lain, Durian Montong Parigi

Dari pesisir perairan Raja Ampat Papua, kita geser ke daratan Sulawesi. Ternyata di Sulawesi terdapat komoditas yang sudah mendunia karena rasanya yang manis nan legit. Apalagi kalau bukan Durian Montong Parigi.

Dengan daging buah yang tebal dan padat serta memiliki tekstur lembut tidak berair menjadikan durian montong Parigi adalah primadona Sulawesi Tengah.

Durian Montong Parigi

Bukan hanya sebagai primadona. Sejak dulu, durian dikenal sebagai penjaga keseimbangan ekosistem hutan dan lingkungan sekitar. Mulai dari proses konservasi tanah karena akar pohon durian yang efektif dalam mengikat lapisan tanah atas sehingga mencegah erosi dan longsor. Serta menjadi penyangga hutan yang mampu menyerap dan menyimpan Cadangan air.

Tidak berhenti disitu saja, fungsi ganda durian montong Parigi terus berlanjut. Bijinya bisa diolah jadi tepung alternatif berprotein melalui beberapa tahapan proses pembersihan, perebusan, pengupasan, pengirisan, penepungan hingga pengayakan. Tepung yang dihasilkan bisa digunakan sebagai campuran pembuatan cookies. Dan satu yang menarik, tepung biji durian tidak memiliki kandungan gluten. Sehingga sangat cocok untuk digunakan sebagai sumber bahan pangan free gluten.

Bagian lain dari durian montong Parigi yang bisa dimanfaatkan untuk memastikan tidak ada bagian yang terbuang sia-sia adalah kulitnya yang bisa disulap jadi bahan pengusir nyamuk. Ternyata kulit durian mengandung senyawa aktif seperti saponin, polifenol, flavonoid dan tanin yang bisa digunakan sebagai insektisida nabati untuk beberapa jenis hama serangga seperti ulat, semut, belalang dan kutu daun.

Dari Lokal Menuju Panggung Dunia

Kehadiran mangrove dan durian montong Parigi sebagai tanaman yang berfungsi ganda ternyata bisa menjadi tema lokal dalam mengantisipasi dampak dari perubahan iklim saat ini. Inovasi zero-waste perkebunan lokal dan lumbung pangan pesisir inilah yang bisa dibawa ke panggung Bangkok Climate Action Week 2026.

Dimana salah satu concern adalah aksi iklim nyata berbasis kearifan lokal sekaligus menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat. Mangrove menjaga ekosistem perairan sekaligus menjadi sumber pangan masyarakat pesisir. Begitupun dengan durian montong Parigi sebagai pencegah longsor dan menjaga air tanah pada ekosistem hutan sekaligus sumber bahan pangan free gluten.

Berharap gerakan sederhana dalam menjaga dan mengelola tanaman pelindung bumi bisa menyebar ke seluruh daerah. Menjaga hutan kita itu artinya kita turut andil menjaga keberlangsungan pangan dan keberlangsungan tempat tinggal kita. Karena kita hanya punya satu rumah yaitu bumi tercinta. Saat bumi rusak, maka kita juga rusak di dalamnya. Yuk, selamatkan bumi.


#ecobloggersquad #theasiafoundation #TAFIndonesia #merawatmimpi #menumbuhkaninspirasi @ecobloggersquad @theasiafoundation @kawanpesisirr4

Talif

Saat ini selain sebagai blogger juga bekerja sebagai technical team khususnya dalam dunia kimia perminyakan.