MASIGNASUKAv102
1508570391356967755

Ketika Musibah Kebakaran Melanda, Bersama Kita Saling Merangkul

Ketika Musibah Kebakaran Melanda, Bersama Kita Saling Merangkul
Add Comments
8 December 2020

 

“Seketika wajahnya menjadi pucat pasi. Dari balik handphone yang baru saja dia angkat, terdengar sayup-sayup diselingi teriakan. Sesekali kata ‘istighfar’ dia lontarkan. Hingga percakapan berakhir dan bergegas masuk ke ruangan atasan untuk meminta izin untuk pulang lebih awal”

Itu lah pemandangan yang terjadi, saat rekan sejawatku menerima telepon dan langsung pamit untuk pulang ke rumah dengan terburu-buru. Tidak ada kata yang terlontarkan tapi dari gurat wajahnya, jelas bahwa ini adalah masalah pelik.

musibah-kebakaran
Selang 30 menit kemudian, pada layar laptop kerja terdapat notifikasi email masuk dari HRD. Aku segera membaca dengan saksama dan baru tersadar apa yang benar-benar terjadi.

Padahal baru kemarin, kami membahas tentang sulitnya akses menuju kantor karena beberapa ruas jalan sudah mulai tergenang air, bahkan rumah di sekitar area kali Ciliwung sudah terkena banjir. Dan sekarang, musibah kebakaran malah melanda.

Sebagai rekan satu kerja, seperti biasa jika ada salah satu karyawan mengalami musibah maka karyawan lain melakukan donasi untuk sekadar meringankan beban. Hal itu juga tertulis pada bagian bawah email HRD untuk langsung bergerak menyalurkan bantuan.


asuransi-kebakaran


Segera aku cek satu per satu daftar yang dibutuhkan. Dalam benakku, kondisi seperti ini biasanya membutuhkan pakaian, karena sudah pasti semua harta benda yang dimiliki lenyap menjadi abu. Untungnya perusahaan tempat kami kerja sangat peduli dan peka dengan urusan musibah. Jadi kali ini dengan donasi dari perusahaan dan karyawan setidaknya bisa membantu untuk sementara. Mulai dari pakaian layak pakai hingga transportasi ke area tinggal sementara.

Selang seminggu kemudian setelah kejadian, teman sejawat yang tertimpa musibah tersebut kembali masuk kerja. Setiap orang yang dijumpai memberikan rasa prihatin dan ucapan ketabahan atas musibah yang dialami. Hal sama, juga aku lakukan dan mencoba untuk memberi semangat.

 

“Terima kasih ya, kalian semua sudah membantu banyak untuk musibah kemarin”


Wajahnya kembali menunjukkan harapan baru, secercah senyuman nampak, meskipun hanya sesaat. Tetapi itu semua sudah cukup baik, di hari pertama dia kembali kerja.

 

“Andai saja musibah kebakaran seperti kesehatan yang ketika jatuh sakit bisa diantisipasi dengan asuransi kesehatan. Pasti, mulai sekarang aku segera daftar karena kita tidak pernah tahu kapan musibah itu datang” kalimat ini, terlontar begitu saja dipercakapan berikutnya.

 

“Benar juga ya” sebagai rekan sejawat, kami memang sudah dibekali dengan asuransi umum seperti asuransi kesehatan dan tenaga kerja, tetapi kami tidak pernah terpikirkan sama sekali untuk asuransi rumah dari musibah kebakaran.

Percakapan itu, membuat aku dan dia mulai tersadar akan kebutuhan asuransi rumah dari bahaya kebakaran. Untungnya, ketika waktu istirahat siang disaat tidak banyak lagi pekerjaan menumpuk sehingga ada waktu untuk melakukan searching di internet. Pucuk dicinta, ulam pun tiba.

Seketika, mata ku berbinar. Ternyata selama ini, kami lah yang belum tahu informasinya. Aku baca kembali dengan saksama, disitu tertulis ‘Asuransi Kebakaran t home dari Tugu Insurance’. Sangat jelas bahwa itu adalah asuransi kebakaran rumah bagi para pemilik dan penyewa rumah tinggal.

Bahkan, ketika terus melakukan scroll informasi terkait besarnya premi. Aku mulai antusias. Tarif premi yang sudah disesuaikan dengan ketentuan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 6/SEOJK.05/2017 ini ternyata terjangkau, tidak sampai 10 % dari total gaji bulananku untuk masa proteksi satu tahun.

asuransi-kebakaran-t-home


Aku segera menyampaikan temuan informasi ini ke rekan sejawat. Dengan antusias, dia mulai membaca detailnya sambil bergumam.

 

“Seharusnya sedari dulu, Asuransi Kebakaran t home ini aku beli, agar tidak susah seperti saat ini”

 

Bukan penyesalan namanya, jika datang di depan apalagi ketika musibah sudah menimpa. Mulai sekarang, ada baiknya jika antisipasi dari awal. Bukan kah setiap musibah selalu saja ada jalan keluarnya? Tinggal bagaimana cara kita untuk menata kembali, kepingan-kepingan semangat agar bisa melangkah dan maju. Tetapi untuk antisipasi lebih baik, maka Asuransi Kebakaran t home lah jawabannya.

Taumy Alif Firman

Menjadi lulusan kimia di Universitas terbaik di Indonesia bukanlah menjadi halangan untuk menuangkan tulisan tentang destinasi wisata dan gaya hidup selama menikmati keindahan di seluruh penjuru negeri.