Review Novel Yorick: Kisah Nyata Perjuangan Sang Pemuda Tangguh

April 30, 2019
Novel Yorick dimulai dengan kalimat motivasi dari Yorick akan keadaan hidupnya dan rasa bangga memiliki seorang nenek yang tidak dimiliki oleh orang lain sebelum bagian pertama dari Novel ini, ‘Sang Pemburu’ dibuka.

Berlatar tempat di Saint Petersburg sebagai The Venice of The North, Novel Yorick mencoba membuka kisah hidupnya yang berhasil sebagai pemilik jaringan bisnis Nevsky Prospekt. Tetapi jauh sebelum hal ini terjadi, masa kecil Yorick dipenuhi dengan kisah pilu, perundungan, perjuangan hingga ketabahan dalam kesabaran.

Novel berjumlah 346 halaman karya Kirana Kejora dan diterbitkan oleh PT. Nevsky Prospekt Indonesia ini menceritakan tentang perjalanan hidup Yorick sebagai sosok anak dari Panjalu yang tumbuh dan dididik oleh neneknya bernama Nenek Encum, bukan kedua orang tuanya. Yorick kecil digambarkan sebagai seorang anak yang selalu mendapati perundungan dari rekan sekelasnya, hingga membuat Yorick tidak memiliki teman. Bagi Yorick, temannya adalah alam karena mau menerima tanpa harus memilih. Hal ini menjadikan Yorick sebagai karakter introvert. Untungnya, Yorick memiliki nenek yang selalu menemani dan memberikan nasihat hidup penuh makna atas setiap masalah dan keinginan Yorick. Nenek Encum menempa Yorick dengan semua nasihat dan petuahnya yang tak satu pun Yorick ingkari meskipun terkadang ada rasa jengkel dan tidak sabaran khas sifat anak kecil. Tetapi dengan begitu, Yorick tumbuh sebagai anak dewasa meskipun umurnya jauh dari kata dewasa.


Review Novel Yorick
Novel Yorick di Penginapan Anugrah-Tentena Sulawesi Tengah (30 April 2019)

Perubahan konflik cerita dimulai ketika Nenek Encum jatuh sakit. Dari sini kemandirian, keyakinan dan ketangguhan Yorick pun ditampilkan dengan jelas dalam berbagai adegan dan kegiatan seperti merawat Nenek Encum, menjahit baju sendiri hingga membuatkan teh panas untuk mengurangi rasa sakit Sang Nenek. Alur cerita dan konfliknya pun semakin menanjak saat tiba-tiba Yorick tidak lagi menemukan Nenek Encum yang sakit di rumahnya karena dibawa oleh keluarganya ke Bandung. Perasaan sedih akan kehilangan benar-benar digambarkan dalam setiap detail tulisan. Tetapi Yorick tetaplah anak tangguh yang taat. Selepas kepergian Sang Nenek ke Bandung, Yorick lagi-lagi menunjukkan kedewasaan dan kemandirian dalam menjalani hidup. Tidak merepotkan orang lain dan berusaha mengatasi masalah sendiri benar-benar Yorick jalankan seperti nasihat Sang Nenek yang sering ditanamkan. Hingga akhirnya Sang Nenek kembali dan mengajak Yorick untuk pindah sekolah dari Panjalu ke Bandung.

Babak baru dimulai dan penderitaan demi penderitaan Yorick alami di Bandung. Dipandang sebagai benalu di keluarga Sang Nenek hingga sebagai anak nakal sulit diatur adalah kesan yang tertempel pada Yorick kala itu. Untungnya semangat belajar dari Yorick pun selalu tinggi. Terpisah dan tidak mengetahui kabar Sang Nenek selama di bandung, Yorickpun lagi-lagi diasah kemandirian, ketekunan dan ketabahan hatinya. Meskipun keluarga lain memperlakukan layaknya budak bukan sebagai anggota keluarga, tetapi Yorick tetap bisa mandiri belajar dari lingkungan dan apapun yang bisa dipelajari.

Hidup menggelandang tidak membuat Yorick patah asa, malah semangat mencari kerja untuk makan hingga kembali sekolah diceritakan dengan epik dari satu peristiwa ke peristiwa lainnya. Bertemu dengan saudara yang tak sedarah dan bersama-sama membangun bisnis pembuatan website hingga menjaga dan merawat Yorick ketika sakit berhari-hari di rumah sakit.

Sibuk dengan bisnisnya, Yorick pun benar-benar lupa akan kabar dan keberadaan Sang Nenek yang tidak diketahui. Hingga datanglah kejadian luar biasa yaitu meninggalnya Sang Nenek. Hati Yorick lebur, semangatnya mulai padam dan sesal menghampiri. Ditambah lagi Yorick tidak bisa menunaikan amanah terakhir Sang Nenek yaitu dimakamkan di Panjalu berdampingan dengan makam Sang Kakek karena semua anak dari Sang Nenek merasa repot untuk membawa jenazah beliau ke Panjalu.

Selepas kepergian Sang Nenek, Yorick pun mulai kembali bangkit dengan bisnisnya. Jatuh bangun, ditinggalkan beberapa orang yang dipercaya hingga perusahaan bangkrut dengan hutang menumpuk. Semuanya Yorick rasakan. Tetapi Yorick adalah Yorick, sang pembelajar alam dan ilmu dari manapun. Kegagalan baginya adalah proses yang selalu menyertai keberhasilan. Yorick selalu memegang teguh nasihat neneknya, ‘kalau kita yakin kita pasti bisa’. Keyakinan inilah mengantarkan Yorick berhasil membuat software Cryptocurrency sebagai awal berdirinya Nevsky Prospect dan akhirnya tumbuh sebagai perusahaan besar. Meskipun Novel ini hampir seluruhnya menceritakan kisah perjalanan hidup Yorick, tetapi ada sedikit kisah cinta Yorick diselipkan dalam beberapa bagian yang membuat pembaca memahami bahwa Yorick tetaplah manusia biasa yang juga memiliki rasa cinta.

Review Novel Yorick
Novel Yorick di langit-langit Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan-Balikpapan (22 April 2019)

Keunggulan Novel Yorick

Sebagai novel yang ditulis berdasarkan kisah nyata maka keunggulan novel ini pun muncul dari cerita, semangat dan pesan hidup yang ada dari satu bagian ke bagian lainnya. Karakter Yorick benar-benar dipaparkan seutuhnya sehingga pembaca yakin dan tahu persis semuanya tentang Yorick. Apalagi Novel Yorick memaparkan dengan epik karakter dan pelajaran hidup yang harus selalu dipegang teguh seperti:

1. Keramah-tamahan dan sifat kepedulian orang Indonesia di luar negeri

Karakter ini dimunculkan pada bagian-bagian awal dari novel dimana ketika Yorick mengalami musibah kecopetan dan mengejar pelaku. Dalam proses mengejar pencopet, Yorick menabrak wanita dan segera membantu barang wanita yang tercecer. Belum lagi ditambah dengan cerita menenangkan anak kecil yang menangis disertai tebar senyuman dan meminta maaf terlebih dahulu. Hal-hal tampak ‘kecil’ seperti ini tetapi menunjukkan identitas Indonesia sebagai orang ramah dan memiliki nilai kepedulian tinggi.

2. Hidup sederhana bukan berarti harus meminta-minta ke orang lain

Penggambaran hidup Yorick sangat jelas dipaparkan sehingga pembaca benar-benar ‘merasakan’ kehidupan sederhana dari Yorick bersama Sang Nenek. Meskipun kesederhanaan ini menjadi bagian yang ditonjolkan tetapi pelajaran penting yang dipetik adalah tidak merepotkan dan meminta-minta ke orang lain apapun situasi dan kondisinya. Selalu berusaha mengatasi masalah sendiri meskipun dengan cara unik dan inilah menjadi salah satu keunggulan dari Novel Yorick.

3. Sifat dermawan atas rezeki yang diberi

Terbiasa hidup sederhana dengan rezeki seadanya membuat Yorick sangat paham akan arti rezeki yang melimpah. Ketika hal itu menghampiri, Yorick benar-benar menunjukkan sisi dermawannya. Sebagian disumbangkan ke Masjid, sebagian dinikmati Yorick dan sebagian lagi membeli hadiah untuk Sang Nenek. Hal sederhana ini menyadarkan pembaca bahwa rezeki yang dimiliki bukan semuanya milik kita, tetapi ada juga yang berhak selain dari kita.

4. Semangat yang tak pernah padam

Cobaan demi cobaan datang silih berganti, mulai dari dianggap sebagai benalu dan merepotkan di keluarga Sang Nenek, hidup menggelandang hingga jatuh sakit. Tetapi semangat hidup yang dimunculkan tak pernah padam. Hampir keseluruhan dari novel ini semuanya menceritakan tentang semangat yang tak pernah padam dan benar-benar menonjolkan bagian tersebut.

5. Belajar dari manapun

Sedari kecil, Yorick selalu ditolak oleh rekan sekolahnya sehingga Yorick selalu menggunakan alam sebagai media pembelajaran terbesar. Apalagi Yorick didukung oleh Sang Nenek sebagai penasihat ulung. Beranjak dewasa, semangat belajar Yorick pun datang dari berbagai hal yang tidak terduga, seperti dari tukang service radio, peralatan komputer hingga kertas-kertas yang berserakan. Kemampuan belajar dari manapun juga menjadi nilai hidup dan keunggulan dari Novel Yorick.

Review Novel Yorick
Lembah Napu (29 April 2019)

 6. Selalu membandingkan diri dengan posisi di bawah

Ketika mendapatkan rezeki dan kehilangan rezeki ada hal unik yang ditonjolkan dalam novel ini yaitu cara membandingkan posisi diri. Yorick selalu membandingkan diri dia saat ini dengan posisi dibawahnya dengan begitu, rasa sombong ketika berhasil atau rasa terpuruk ketika jatuh semuanya selalu dibandingkan dengan mereka yang berada ‘dibawah’. Cara inilah yang membuat Yorick sebagai sosok tak pernah jemawa atau bahkan putus asa atas setiap takdir yang diterima.

7. Ringan tangan

Dalam banyak hal karakter ringan tangan dari Yorick juga menjadi bagian dari keunggulan novel ini. Mudahnya membantu orang tak dikenal sesuai kemampuan hingga membantu saudara tak sedarah tanpa pernah mengharapkan imbalan. Semuanya disampaikan dengan detail yang menjadikan novel ini layak sebagai tempat pembelajaran dalam mengasah sifat ringan tangan.

8. Keyakinan tak terbatas

Jatuh dan bangun, terusir dari keluarga hingga terpuruk dalam bisnis merupakan alur konflik yang muncul dalam novel. Tetapi dengan keyakinan tak terbatas dari Yorick maka setiap masalah yang datang lambat laun pasti akan teratasi. Lagi-lagi bagi Yorick, ‘kalau kita yakin kita pasti bisa’. Disinilah penggambaran atas keyakinan tak terbatas yang bisa dipetik dari novel ini.

9. Rasa syukur yang melimpah

Pada setiap cerita, entah itu suatu keberhasilan atau pun suatu perundungan, Yorick selalu mengucapkan dan menunjukkan rasa syukur. Rasa syukur ini sudah menjadi bagian dari Sang Nenek tanamkan kepada Yorick kemudian diaplikasikan disetiap lini kehidupan. Tak cuma sampai disitu, Novel ini pun juga menggambarkan bagaimana Yorick berbagi ke orang lain sebagai bentuk rasa syukur melimpah yang dimiliki.

10. Karakter kesederhanaan tanpa batas

Hampir semua bagian dan cerita Yorick tampil dalam kesederhanaan. Penggambaran Yorick yang hidup sangat sederhana hingga keberhasilan sebagai pemilik jaringan bisnis Nevsky Prospekt dengan gaya hidup sederhana. Karakter kesederhanaan ini lah menjadi keunggulan terbaik yang juga ditonjolkan dalam Novel Yorick.

Review Novel Yorick
Membaca Novel Yorick di Favehotel Palembang (26 April 2019)

Kekurangan Novel Yorick

Membaca Novel Yorick sudah pasti akan menimbulkan motivasi hidup yang luar biasa besar dengan berbagai alur cerita. Tetapi ada beberapa catatan sebagai pembaca yang membutuhkan improvisasi ke depan seperti:

1. Beberapa kesalahan ketik

Pada bagian-bagian awal novel terjadi beberapa salah ketik dan penulisan EYD yang tidak sesuai, meskipun tidak mengurangi inti cerita yang disampaikan. Seperti pada halaman 6 penggunaan tanda baca koma yang tidak menggunakan spasi pada 2 kata ‘tertekan,kemudian’. Begitupun juga pada halaman 94, penggunaan kata ‘menatapn’ yang seharusnya menjadi ‘menatap’. Beberapa salah ketik lainnya pun juga masih ada sehingga harapan pada edisi cetak berikutnya sudah tidak ditemukan lagi kekurangan ini.

2. Adanya satu konflik yang tidak jelas hingga akhir cerita

Meskipun memang Novel Yorick menceritakan tentang pengalaman hidup Yorick tetapi ada satu konflik yang tidak jelas hingga akhir novel yaitu latar belakang masalah orang tua Yorick yang benar-benar tidak tersampaikan. Padahal ini menjadi salah satu bagian penting mengapa Yorick bisa hidup bersama Sang Nenek. Meskipun tidak bisa dipungkiri ada beberapa kejadian dimana Ayah Yorick muncul tetapi semua hal tersebut hanya sepintas dan tidak mendukung latar belakang cerita hidup Yorick sebagai anak broken home.

Review Novel Yorick
Catatan Novel Yorick

Opini, Saran, dan Masukan

Membaca Novel Yorick maka kita akan dipaparkan dengan kisah perjuangan hidup yang luar biasa sehingga banyak hikmah dan nasihat hidup yang bisa diambil. Bagiku novel ini benar-benar mampu menjadi media pembelajaran hidup semua kalangan tanpa memandang usia. Semangat yang tertuang dalam novel bisa menjadi pemantik semangat hidup bagi mereka yang terpuruk. Apalagi dengan gaya hidup sederhana dalam novel bisa menjadi pembelajaran para generasi milenial yang terbiasa hidup atas kemudahan dan kemewahan.



Meskipun saat ini, Novel Yorick telah diangkat ke layar lebar tetapi menurutku ada baiknya jika Novel Yorick ini dibuat dalam Sinetron bersambung disalah satu channel TV Nasional dengan jangkauan penonton hingga pelosok negeri. Hal ini karena tidak semua daerah memiliki bioskop untuk menikmati cerita yang luar biasa dari Yorick agar nilai-nilai kehidupan sarat filosofi tersampaikan ke seluruh daerah di Indonesia.

71 comments:

  1. Ulasannya komplit dan sangat detil, smoga novel Yorick bisa diterima pembaca dengan baik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak. Soalnya Novel ini benar-benar mengajarkan filosofi hidup. Jadi layak dan wajib untuk dibaca

      Delete
  2. Tapi Alurnya keren kok mas,, aku kagum dh baca juga walaupun Ada sedikit yg ganjel pas endingnya mungkin it trick pengarang Kali ya,,, blnjr bnyk nig care ngereview buku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener sekali, masing-masing novel memiliki karakter unik dan mungkin kakak Kirana Kejora membuat pembaca semakin penasaran

      Delete
  3. Menarik sekali ulasannya, kali saya baca novelnya pasti banjir air mata.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo kak, Novelnya bisa dibeli di Gramedia kok

      Delete
  4. aku tuh bayangin perasaan neneknya waktu dikasi sandal jepit. aduhai, pasti terharu sekali.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener. Kebayangkan anak kecil kasih hadiah ke neneknya.

      Delete
  5. Wah, sepertinya memang harus cari novelnya, membaca alur cerita yang disampaikan banyak kisah perjuangan yang akan membuat pembaca betah untuk berlama-lama menikmati novel ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pastinya. Ayo kak, Novelnya bisa dibeli di Gramedia

      Delete
  6. Wah, novelnya mbak Kirana ya ini. Ulasannya bagus, Pak. Ternyata udah difilmkan ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Kirana Kejora. Tinggal tunggu tanggal tayangnya

      Delete
    2. Iya bener, mba Kirana. Untuk film layar lebarnya tinggal nunggu tanggal tayangnya ya

      Delete
  7. Sebuah karya pasti tidak ada yang sempurna. Termasuk sebuah novel. Namun membaca ulasan ini, novelnya sepertinya menarik, Mas. salah satunya ada nilai perjuangan hidup yang mengispirasi. Jadi pengin baca nih, novel lengkapnya.

    O, iya, Mas. Kata laik itu sudah pas. Hanya memang sering digunakan kata padanannya, yaitu layak, patut atau pantas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener sekali kak, banyak filosofi hidup yang diajarkan di novel ini.

      Terimakasih atas cross check nya

      Delete
  8. Pasti banyak hal inspiratif yang diberikan novel seperti ini. Baru baca reviewnya saja Saya sudah terkesan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pastinya kak, ayo dibaca Novelnya. Pasti tambah lebih semangat.

      Delete
  9. Saya setuju kalau dibuat sinetron..karena nilai filosofi hidup Yorick ini luar biasa sekali bisa diteladani
    Kalau sinetron kan menjangkau sampai kalangan bawah di berbagai daerah. Jadi pesan akan tersampaikan

    ReplyDelete
    Replies
    1. DAn tentang kekurangan bahwa ada satu konflik yang tidak jelas hingga akhir novel yaitu latar belakang masalah orang tua Yorick yang benar-benar tidak tersampaikan dan mengapa Yorick bisa hidup bersama Sang Nenek. Mungkin karena ini berdasarkan kisah nyata ini dimaksudkan juga untuk menjaga rahasia keluarga:)

      Delete
    2. Yes. Itu lah mengapa Novel seperti ini sebaiknya menjangkau semua kalangan, salah satunya sinetron

      Delete
  10. Aku belum baca neh novelnya mas. Temen kantor udh prnh bilng sih ktnya dia lagi baca novel ini, rekomen buat saya baca juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo kak, banyak pelajaran hidup di Novel ini.

      Delete
  11. well nice share mas. saya belum baca sih novel ini. pengarangnya siapa mas? gaya bahasa pengarang di novel ini bagaimana ya? soalnya kalau rada berat bahasanya jadi bikin ngebosenin sih biasanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pengarangnya Kirana Kejora, sudah disebutkan juga pada review diatas. Secara bahasa, masih standar, semuanya tertulis dengan jelas tanpa perlu mikir lagi atau menterjemahkan lagi setiap katanya.

      Delete
  12. Novelnya cukup berat buat saya dlm segi bahasa , tp cukup mudah untuk di mengerti dan dipahami kok inti yg ingin disampaikan oleh penulis 😉.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener sekali. Maksud penulis tersampaikan dengan detail dalam setiap tulisannya

      Delete
  13. Ya ampun, detail bangeet reviewnya, Kak. Awalnya aku pikir Yorick tu novel ala ala Rusia sana. Ternyata Indonesia ya. Keren sih, jadi makin penasaran setelah baca tulisan ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak. Yorick itu Novel yang Indonesia banget, banyak pelajaran hidup dalam setiap detail ceritanya. Ayo kak, dibaca Novelnya.

      Delete
  14. Dipikir latarnya ini diluar ternyata Indonesia juga ya, kl ada seriesnya dan gak penuh drama Kumbara aku pengen sih nonton hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cuma beberapa bab awal yang latarnya di Rusia, selebihnya di Indonesia semua. Layar lebarnya segera muncul kak, tinggal tunggu tanggal mainnya

      Delete
  15. Sangat seru ya ceritanya, dan memang semua cerita pasti ada pelajarannya entah itu yang baik bisa kita jadikan inspirasi, dan sebaliknya yang tidak baik dijadikan sebuah pelajaran

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya benar kak. Itu lah mengapa Novel Yorick sangat direkomendasikan untuk dibaca

      Delete
  16. Ada banyak yang bisa kita pelajari dari novel Yorick ini ya kak. Seru banget emang jalan ceritanya. Aku nungguin filmnya juga nih, nggak sabar pengin nonton.

    ReplyDelete
  17. Dulu seneng banget baca novel sampe-sampe sehari ga baca itu rasa nya gmn hihi, novel itu ad sisi positive dan negative nya juga ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mantab loh, semangat bacanya yang penting pekerjaan lain juga tetap jalan

      Delete
  18. Kepergian orang yang disayang memang nggak enak. Apalagi ternyata karena kelalaian sendiri. Semoga dijauhkan dari hal itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita harus siap dengan segala kondisi sih, meskipun itu berat

      Delete
  19. Kisah nyata yg menginspirasi. Memang org sukses biasanya berawal dari kesulitan

    ReplyDelete
  20. Tapi agak spoilernih mas ulasannya terlalu fulgar hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Mungkin karena sudah bukan sinopsis lagi ya tapi review

      Delete
  21. Suka baca novel ya.. Kalau aku sejak punya anak agak ga sempet ini baca novel

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lumayan, cuma ini review pertama. Semangat jadi ibu

      Delete
  22. Selalu bersyukur merupakan cara untuk menikmati hidup tanpa beban.

    ReplyDelete
  23. Oh aku baru tau kalau novel Yorick ini juga difilmkan to? Kapan difilmkannya mas?
    Wah aku setuju ada sinetronnya tapi jangan lama apalagi berjilid2 ya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak, Novelnya sedang difilmkan. Ini juga lagi menunggu tanggal rilis filmnya.

      Delete
    2. Oh baru akan tayang, kirain udah hehe. Makasih infonya. Makin penasaran pengen nonton, moga ada kesempatan nonton.

      Delete
  24. jadi penasaran untuk baca langsung nih
    apalagi udah masuk layar kaca

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo kak dibaca Novelnya. Banyak pelajaran hidup yang bisa diambil dari Novel ini

      Delete
  25. Banyak banget hikmah yang bisa didapat dengan membaca novel ini ya. Dan aku setuju sih kalo belajar itu memang bisa dimana aja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener sekali kak, makanya pas buat Review Novel Yorick lebih menitikberatkan dipelajaran yang bisa diambil

      Delete
  26. Sukaaa banget kisahnya, semacam nampar supaya gak mudah nyerah, karena hidup adalah tentang berjuang. So deep, so struggling, jadi pengen baca novelnya juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak, benar sekali. Ayo kak, dibaca novelnya.

      Delete
  27. Pelajaran hidup tentang hidup sederhana aku suka banget. Dan novel ini pengen banget aku baca.

    ReplyDelete
  28. Baca review nya udah seru.. pasti novelnya lebih seru nih ...

    ReplyDelete
  29. aku jadi super penasaran setelah sekian teman-teman mereview buku Yorick ini. Kisahnya bisa jadi insight yg bagus, apalagi ini bulan Ramadhan ya, mengisi dengan sedikit membaca buku Yorick bisa jadi pilihan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener kak, soalnya Novel seperti ini sudah jarang beredar sih. Makanya kudu dibaca

      Delete
  30. Hatur nuhun atas apresiasinya. Semoga kelak bisa nobar di Palu ya. Salam Kuda Terbang dari Yorick yang selamanya merasa bukan siapa-siapa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, sangat ditunggu kehadirannya di Palu, mungkin bisa sekalian roadshow ke kampus sebelum nobar agar bisa menginspirasi mahasiswa yang kuliah di Palu

      Delete
  31. Paling asyik bava or nonton yg ceritanya based on true story tuh...suka menginspirasi..hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pastinya, makanya novel Yorick kudu wajib dibaca sebelum filmnya launching

      Delete
  32. Mantap, detail banget, Mas. Saya jadi pengen membecanya sendiri. Buku ini bisa dibeli di gramedia kan, Mas?

    ReplyDelete
  33. Suka sama hikmahnya bisa diambil dr Novel ini. Apalagi tentang keramahan org Indo di LN. Btw salfok sama foto lembah Napu kak hehe banyak yemet di Palu kesana soalnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar sekali mbak. Banyak yang bisa dipelajari dari Review Novel Yorick.

      Kalau lembah Napu, kebetulan foto disana pas lagi buat tulisan reviewnya, dan spotnya pas banget dengan yang Yorick alami

      Delete

Powered by Blogger.