MASIGNASUKAv102
1508570391356967755

Mengenal Hepatitis dan Cara Terhindar dari Hepatitis

Mengenal Hepatitis dan Cara Terhindar dari Hepatitis
Add Comments
4 March 2021

Dahulu, ketika masa anak-anak sering sekali ketakutan ketika melihat jarum suntik. Bahkan ketika program vaksin yang datang ke sekolah, sempat merasa harus izin tidak masuk gara-gara rasa takut disuntik. Namanya juga anak-anak, mana paham akan pentingnya vaksin. Yang dipahami hanyalah memasukkan jarum tajam ke lengan hingga terasa sakit.

Meskipun takut, tetapi akhirnya dengan yakin, orang tua berhasil membujuk untuk ke sekolah dan proses vaksin pun berjalan dengan lancar. Rasanya tidak semenakutkan seperti yang terpikirkan kala itu.

Selang beberapa saat setelah vaksin, kala itu ketika berkunjung ke rumah kawan, ternyata ada kakak kawan yang terbaring lemah di kasur. Warna kulitnya agak menguning, berbeda dibanding biasanya. Temanku berkata bahwa, “kakaknya lagi terkena penyakit kuning” hingga beberapa minggu kemudian, sang kakak meninggal dunia karena penyakit ini.

Keluarganya hanya tahu, bahwa sang kakak menderita penyakit kuning sehingga pengobatannya pun ala kadarnya. Selain kurangnya pengetahuan, juga dikarenakan jauhnya akses ke rumah sakit terdekat kala itu.

Kenangan itu pun sebenarnya sudah lama aku lupakan hingga beranjak kuliah. Bertemu dengan rekan-rekan dari berbagai daerah hingga harus tinggal di kosan atau rumah kontrakan membuat pergaulan semakin luas. Hingga ada salah satu kawan yang tiba-tiba jatuh sakit. Kondisi tubuhnya drop dan badannya mulai menguning, berbeda dibandingkan warna kulitnya. Barulah kala itu mengetahui bahwa, penyakit ini bernama hepatitis.

 

cara-terhindar-dari-hepatitis

Apa sebenarnya penyakit hepatitis itu?

Hepatitis merupakan salah satu penyakit yang bisa disebabkan oleh virus maupun penyebab lainnya seperti karena keracunan, kebiasaan konsumsi alkohol, efek samping dari obat-obatan yang menyerang organ hati.

Umumnya, ada dua sifat dari penyakit hepatitis ini. Yang pertama adalah bersifat akut, alias penyakit ini bisa sembuh dalam kurun waktu 6 bulan dan kedua bersifat kronis yang artinya hepatitis ini terjadi lebih dari 6 bulan bahkan bertahun-tahun.

Salah satu gejala yang sering muncul apabila terkena hepatitis adalah perubahan warna kulit menjadi kekuningan akibat fungsi hati yang tidak optimal. Tetapi tidak semua penderita hepatitis menunjukkan gejala ini. Bahkan ada yang tidak memiliki gejala sama sekali sehingga terkadang penyakit ini tidak terdeteksi.

Secara umum, ada 7 jenis hepatitis yang sering ditemui:

1. Hepatitis A

Penyebab dari hepatitis tipe ini adalah virus hepatitis A yang bisa tertular dari makanan atau air yang terkontaminasi virus ini. Aku pun langsung teringat bahwa, kebiasaan makan di warung yang tidak higienis dengan mengandalkan proses pencucian alat makan seadanya, bisa jadi media penularan hepatitis tipe ini. Apalagi jika ada pelanggan yang mengidap hepatitis A, maka penting sekali untuk memperhatikan proses pencucian alat makan yang higienis dan steril.

Hepatitis A umumnya bersifat akut, sembuh dalam beberapa minggu dengan gejala yang ditimbulkan oleh penderita seperti mudah lelah, mual, nyeri perut pada bagian kanan atas (letak dari hati), kulit dan bagian putih pada mata menguning (jaundice), urine berwarna gelap bukan lagi berwarna kuning, hingga demam dan nyeri sendi.

 

2. Hepatitis B

Hepatitis B disebabkan oleh virus HBV yang menyerang fungsi hati. Berbeda dengan hepatitis A, hepatitis B ini menular melalui proses transfusi darah yang sudah mengandung HBV, penggunaan jarum suntik hingga hubugan seksual yang tidak aman. Bahkan ditemui pula beberapa ibu menyusui yang menularkan hepatitis B ke anaknya.

Dari segi gejala, Hepatitis B memiliki gejala sama seperti gejala penyakit Hepatitis A tetapi terkadang disertai gejala tambahan seperti nyeri tulang dan otot hingga kotoran berwarna keputihan, bukan kuning atau kecoklatan.

 

3. Hepatitis C

Penyebab penyakit hepatitis C adalah virus HCV yang menyerang hati dan menular melalui beberapa cara seperti sharing barang pribadi mulai dari sikat gigi, alat cukur dan lain-lain hingga kontak darah secara langsung dengan penderita hepatitis C.

Terkadang penderita hepatitis C tidak menimbulkan gejala sama sekali tetapi ada juga yang muncul gejala seperti penderita hepatitis A dan B.

 

4. Hepatitis D

Hepatitis D disebabkan oleh virus HDV yang menyerang hati dan biasa terjadi pada orang yang sudah memiliki riwayat penyakit hepatitis B.  Penularan dan gejalanya pun hampir sama dengan hepatitis B.

Yang sangat mengerikan adalah ketika penderita mengidap penyakit hepatitis D dan B secara bersamaan karena akan menyebabkan kerusakan hati secara permanen.

 

5. Hepatitis E

Penyebab dari hepatitis E adalah virus HEV dengan gejala yang muncul hampir sama dengan gejala hepatitis lainnya. Gejala ini akan muncul sekitar 2 - 6 minggu setelah terpapar.

 

6. Hepatitis yang muncul karena kebiasaan mengkonsumsi alkohol.

Mengkonsumsi alkohol secara berlebihan dan sering ternyata bisa menjadi salah satu penyebab hepatitis selain virus. Kerusakan hati dan penimbunan jaringan lemak di hati merupakan salah satu efeknya.

Gejala yang timbuk pun hampir sama dengan penyakit hepatitis lainnya seperti lemas, mata dan kulit menguning, kurang nafsu makan, kotoran berwarna keputihan hingga terjadinya ruam dan pembengkakan di kaki, wajah dan perut.

 

7. Hepatitis karena efek samping dari obat-obatan.

Kelebihan penggunaan obat yang secara terus menerus dan dosisi tinggi ternata bisa juga menyebabkan hepatitis. Obat-obatan yang bisa menyebabkan hepatitis jenis ini adalah obat golongan NSAID seperti aspirin dan ibuprofen. Obat-obat jenis ini bisa menimbulakn efek samping dengan gejala hampir sama dengan hepatitis jenis lainnya.

 

Cara Terhindar dari Hepatitis

Masalah ketakutan terhadap jarum suntik, ternyata menjadi salah satu bentuk untuk terhindar dari hepatitis yaitu vaksinasi. Hampir semua vaksin hepatitis, proses memasukkan dalam tubuh melalui injeksi alias penyuntikan.

Umumnya, pemberian vaksin hepatitis B sangat dianjurkan ketika bayi baru lahir dan ketika usianya sudah mencapai 18 bulan. Selain pada bayi, vaksin hepatitis B juga sangat dianjurkan diberikan kepada orang dewasa yang memiliki resiko tertular.

Selain vaksin, ada beberapa cara yang bisa diterapkan agar terhindar dari hepatitis:

a) Menjaga pola hidup sehat dengan memakan makan sehat dan menghindari alkohol.

b) Menghindari warung makan yang proses pembersihan alat makan yang tidak higienis dan steril.

c) Selalu menerapkan penggunaan alat pribadi khusus untuk diri sendiri dan tidak sharing ke anggota keluarga hingga orang lain.

d) Olahraga yang cukup, minimal 15-30 menit per hari.

e) Konsultasi terkait pemahaman dan informasi hepatitis.

 

Salah satu media konsultasi terkait informasi hingga proses deteksi hepatitis bisa dimulai pada aplikasi halodoc. Aplikasi ini hadir sebagai solusi kesehatan terlengkap dengan menyediakan layanan kesehatan seperti chat dengan dokter, toko kesehatan, cari dokter disekitar kita, hingga buat janji rumah sakit.

 

halodoc

Selain layanan tersebut, juga ada loh layanan khusus seperti tes covid-19, layanan kesehatan hewan dan kesehatan jiwa. Bahkan layanan periksa kesehatan sendiri juga ada meliputi kalkulator BMI untuk mengukur berat badan yang sehat, agar bisa menjadi perhatian terhindar dari obesitas yang ujungnya berpeluang terkena hepatitis akibat lemak yang menumpuk di hati.

 

Nah, dengan berbagi layanan yang tersedia di halodoc sangat membantu dalam proses mitigasi, konsultasi, deteksi hingga pengobatan hepatitis . Ke depan tidak akan ada lagi, masalah orang meninggal karena tidak tahu mengidap penyakit apa akibat kesulitan informasi dan akses rumah sakit yang jauh. Cukup dengan aplikasi Halodoc akan membantu proses penanganan dan informasinya, demi kesehatan yang lebih baik.

Taumy Alif Firman

Menjadi lulusan kimia di Universitas terbaik di Indonesia bukanlah menjadi halangan untuk menuangkan tulisan tentang destinasi wisata dan gaya hidup selama menikmati keindahan di seluruh penjuru negeri.