MASIGNASUKAv102
1508570391356967755

Adaptasi Kebiasaan Baru adalah Cara Berjuang Bersama Menghadapi Covid-19

Adaptasi Kebiasaan Baru adalah Cara Berjuang Bersama Menghadapi Covid-19
Add Comments
4 October 2020

Sejak diumumkan pada bulan Maret 2020 silam bahwa ditemukan pasien positif Covid-19 di Indonesia, maka saat itu lah berbagai protokol pencegahan dijalankan. Tidak ada yang menduga, bahwa virus dari Wuhan ini ternyata dengan cepat menyebar ke seluruh penjuru dunia, tidak terkecuali Indonesia.

Awalnya sih, semua seperti biasa hingga korban yang positif dan meninggal terus bertambah. Berbagai kebijakan penanggulangan dan pencegahan virus juga terus berkembang hingga muncul era kenormalan baru.

Sebagai travel blogger, yang konten tulisannya berhubungan dengan destinasi atau tempat unik pastinya memiliki dampak. Jika dahulu, untuk mendapatkan konten tulisan cukup langsung datang ke tempat tujuan tanpa perlu persiapan sedetail mungkin. Tapi itu dulu.

Sekarang, mulai dari transportasi publik sudah menerapkan protokol pencegahan hingga destinasi yang akan dituju seperti mall, restauran dan tempat wisata. Tidak bisa dipungkiri, kita semua harus ‘berdamai’ dengan kondisi saat ini jika ingin tetap bertahan atau hanya sekadar refreshing akibat kebosanan yang muncul kala WFH (Work From Home).

Tetapi, perlu untuk diketahui dan dipahami bahwa setiap ke luar rumah maka saat itu lah penerapan dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol pencegahan pandemi wajib dijalankan.

adaptasi-kebiasaan-baru

 

Kebiasaan Baru 3M yang Perlu Diterapkan.

Seperti yang kita ketahui, Coronavirus Disease-2019 atau yang disingkat Covid-19 adalah penyakit baru yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan pernapasan dan radang paru. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-Cov-2).

Proses penularannya bisa terjadi melalui droplet dari orang yang batuk atau bersin, melakukan kontak fisik langsung atau menyentuh benda dengan permukaannya mengandung virus kemudian menyentuh mulut, hidung atau mata sebelum mencuci tangan. 

Saat ini, 3 M sering sekali terdengar sebagai cara penanggulangan pencegahan pandemi yang kemudian diterapkan sebagai kebiasaan baru. Konsep 3M sendiri terdiri atas:

1. Menggunakan masker dengan benar.

Setiap kali melakukan aktivitas di luar rumah maka sangat penting untuk menggunakan masker dengan benar yaitu menutupi bagian pernapasan dan mulut.

“Penggunaan masker sebagai mekanisme pertahanan terdepan.

- dr. Riskiyana S. Putra, M. Kes.-

 

2. Menjaga jarak hindari kerumunan.

Menjaga jarak artinya adalah menghindari bersentuhan fisik lebih dari satu meter ketika berada di luar rumah.

“jarak fisik lebih dari satu meter dapat mengurangi infeksi virus secara signifikan. Setiap jarak ini bertambah satu meter lebih jauh, maka efektivitasnya akan bertambah menjadi dua kali lipat”

-Report Jurnal The Lancet-

 

3. Mencuci tangan pakai sabun atau cairan pembersih tangan

Ketika berada di luar rumah, terkadang tangan kita tidak sadar menyentuh berbagai benda yang mungkin sudah terpapar dengan droplet virus maka mencuci tangan menggunakan sabun atau cairan pembersih bertujuan untuk membunuh virus tersebut.

Prinsip 3M ini adalah kebiasaan baru yang wajib diterapkan sebagai salah satu protokol pencegahan pandemi.

 

Memahami Prinsip Adaptasi Kebiasaan Baru

Suatu kebiasaan, jika tidak dipahami cara dan tujuannya sudah pasti akan sulit dalam penerapannya. Sama seperti adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi yang jika tidak dipahami dengan baik, maka sudah pasti pelaku yang taat jumlahnya tidak seberapa.



Edukasi-protokol-covid-19


Menurut hasil survei kepatuhan masyarakat oleh Balitbangkes-Kemenkes yang disampaikan pada acara Seminar Online Bareng Blogger dengan tema Edukasi Protokol Kesehatan Zaman Now “Yuuk Disiplin… Covid-19 Ambyar” bahwa:

1. Persepsi risiko jaga jarak dan pakai masker masih cukup rendah.

2. Lebih dari 50 % responden sulit jaga jarak dengan orang yang dikenal.

3. Peningkatan himbauan jaga jarak, hanya 30% yang melakukan.

4. Sejumlah 91% masyarakat percaya tenaga kesehatan mampu menangani Covid-19.

5. Hanya 35-40% masyarakat patuh jaga jarak

6. Sebanyak 68% masyarakat percaya pemerintah dapat menangani Covid-19.

7. Persepsi masyarakat akan risiko penularan: 80-85%.

8. Resiko kematian: 62-75%

 

Sangat jelas bahwa, kepatuhan terhadap adaptasi kebiasaan baru masih minim sehingga sangat penting dan perlunya kesadaran dalam penerapannya.


“Cara meningkatkan kesadaran dan disiplin dalam diri dapat dilakukan dengan memperkuat moral virtue, mengenali manfaat 3M bagi diri sendiri, menjadikan sebuah kebiasaan yang konsisten dan jadilah contoh baik pada keluarga maupun lingkungan masyarakat lainnya".

- Dr. Rose Mini Agoes Salim, M. Psi (Pakar Psikolog) -

 

Ketika sudah mengetahui manfaat dan tujuan dalam penerapan adaptasi baru, maka sudah pasti tingkat kepatuhan akan tinggi. Layaknya minum obat jika terkena penyakit, maka jelas bahwa fungsi obat untuk penyembuhan. Begitupun juga dengan penerapan adaptasi kebiasaan baru yang berfungsi untuk mencegah diri kita dan orang lain dari Covid-19.

Ayo, bersama kita bisa melewati pandemi ini dengan cara membiasakan diri dan menerapkan adaptasi baru sebagai gaya hidupMulai dari diri kita.

Taumy Alif Firman

Menjadi lulusan kimia di Universitas terbaik di Indonesia bukanlah menjadi halangan untuk menuangkan tulisan tentang destinasi wisata dan gaya hidup selama menikmati keindahan di seluruh penjuru negeri.