Menjadi Travel Blogger? Ini Skill yang Harus Dikuasai

July 08, 2019
Saat ini, sudah banyak bertebaran di dunia sosial tentang salah satu posisi yang tampak menggiurkan. Apalagi kalau bukan, ‘Travel Blogger’. Menjadi travel blogger, bukan hanya tentang traveling ke suatu tempat terus mengupload foto travelingnya di media sosial. Tetapi travel blogger sudah selayaknya berfungsi sebagai pengantar pesan atau informasi suatu tempat yang dikunjungi. Nah, dilihat dari katanya terdiri atas kata travel dan blogger. Sejatinya, para travel blogger memiliki namanya media blog sebagai tempat untuk menceritakan hal-hal yang didapatkan selama traveling dan bersifat informatif. Tetapi, jika hanya suka traveling dan tidak memiliki media blog, bisa jadi definisi travel blogger perlu dihilangkan dan diganti menjadi travel enthusiast, hanya tertarik untuk traveling.

Menjadi travel blogger


Menjadi travel blogger, sudah pasti harus memiliki skill atau kemampuan yang mumpuni. Hal ini bertujuan agar penyematan travel blogger tersebut benar-benar sesuai apa adanya. Aku sendiri sebagai travel blogger pemula mencoba untuk menyampaikan kemampuan apa saja yang harus dimiliki jika ingin menjadi travel blogger berdasarkan sudut pandang ku.

1. Kemampuan traveling

Sebagai travel blogger pemula, traveling tidak harus jauh-jauh atau ke tempat-tempat mewah yang butuh budget besar. Sesuaikan pemilihan tempat traveling berdasarkan budget yang dimiliki karena poin penting travel blogger adalah traveling untuk kemudian menginformasikan. Bahkan, bisa jadi traveling dilakukan di taman kota disekitar tempat tinggal. Memang, kemampuan traveling adalah modal dasar, sehingga perlu untuk dilakukan secara terus-menerus agar mendapatkan content yang informatif. Tetapi, jangan sampai kegiatan travelingmu mengganggu finasialmu. Jadi lah travel blogger yang sesuai kemampuan diri, materi hingga finansial.

2. Kemampuan menulis di platform blog

Kemampuan kedua yang harus dimiliki oleh travel blogger adalah kemampuan menulis di blog. Jangan sampai, sudah traveling ke suatu tempat tetapi hanya menghasilkan foto saja tanpa menuliskannya dalam blog. Ingat, travel blogger itu bersifat menginformasikan atas pengalaman pribadi mengunjungi suatu tempat. Nah, media yang digunakan untuk menginformasikan sudah sewajarnya adalah blog. Namanya saja travel blogger, yah pasti menulisnya di blog dong. Kalau kamu, suka menulis di Instagram, bisa jadi namanya berubah menjadi travel IG, bukan travel blogger. Sangat fair bukan? Dalam hal penamaan. Jangan sampai, menulis travel blogger pada biografi tetapi ketika ditanya, nama blognya apa? Jawabannya…em…em…tidak punya blog.

3. Kemampuan berinteraksi

Salah satu cara dalam mengumpulkan banyak informasi disetiap tempat yang dikunjungi adalah berinteraksi dengan masyarakat lokal. Terkadang, banyak sudut pandang atas pengalaman yang diperoleh untuk satu tempat yang sama. Tetapi dengan seringnya berinteraksi, bisa jadi pengalaman yang dimiliki adalah apa adanya layaknya orang lokal. Bisa jadi, dengan berinteraksi, pengetahuin kita terhadap tempat yang dikunjungi bertambah, bukan hanya sekedar mengandalkan informasi dari media internet.
 
Menjadi travel blogger
Membuat content dengan mengandalkan taman rumah

Untuk mendukung aktivitas sebagai travel blogger, saat ini aku pun mencoba untuk meningkatkan beberapa kemampuan yang kedepan akan sangat membantu. Mau tahu, apa saja kemampuan itu?

1. Kemampuan olah gambar menggunakan photoshop

Tidak dapat dipungkiri bahwa, keberadaan gambar hasil traveling merupakan salah satu bagian yang sangat menonjol bagi seorang travel blogger. Tetapi terkadang, jika berkunjung ke suatu tempat selalu saja ada hambatan. Bisa jadi karena faktor cuaca seperti huan deras, langit mendung, ombak tinggi hingga sinar matahari yang berlebih atau karena fakto padatnya pengunjung sehingga menyebabkan foto yang dihasilkan tidak sesuai harapan.

Menjadi travel blogger
Belajar olah gambar menggunakan photoshop

Disini pentingnya kemampuan olah gambar setelah pengambilan. Aku pun mencoba untuk belajar menggunakan photoshop sebagai media olah gambar. Saat ini memang, baru sebatas pengaturan kontras, intensitas cahaya dan bayangan hingga mengurangi noise yang muncul pada foto. Harapan ke depan kemampuan ini akan semakin bertambah dalam hal aplikasi photo pasca pengambilan. Bisa jadi, jika kita bertemu, kemampuan ku sudah mampu menggambungakan dua foto dalam satu frame tanpa terlihat batas keduanya, alias menyatu layaknya foto yang diambil secara bersamaan.

2. Kemampuan membuat content video menggunakan aplikasi video editor

Awalnya, aku berpikir bahwa travel blogger itu cukup ambil foto dan menuliskannya di blogger. Tetapi, setelah sering traveling ternyata banyak video pun terdokumentasikan baik secara refleks maupun berdasarkan settingan yang terencana. Karena hal inilah, aku memutuskan untuk mencoba belajar membuat content video menggunakan aplikasi video editor. Saat ini, aku menggunakan aplikasi FilmoraGo sebagai video editor yang aku tekuni. Hasilnya, cukup lumayan. Ternyata keberadaan video pada content blog, juga cukup membuat pembaca betah berlama-lama pada artikel atau tulisan yang dibuat. Untuk menunjang kemampuan ini pula, aku bergabung dengan salah satu komunitas youtuber agar bisa terinspirasi dan belajar membuat content video yang menarik dan pastinya mendukung aku sebagai travel blogger.

Menjadi travel blogger
Video editor 'FilmoraGo'

Jadi, bagi kamu yang ingin menjadi travel blogger, tidak ada salahnya mulai sekarang memiliki semua kemampuan diatas. Karena, semakin banyak kemampuan yang kita miliki maka semakin banyak orang lain yang bisa kita bantu.



No comments:

Powered by Blogger.