Uta Kelo: Sayur Kelor Penuh Nutrisi Khas Tanah Kaili

September 03, 2018


Pernah dengar pepatah yang berbunyi “Dunia Tak Selebar Daun kelor”? yang berarti dunia itu sangat luas untuk dikunjungi. Meskipun pepatah ini sering didengar, tetapi tidak semua orang mengetahui bagaimana bentuk dan ukuran daun kelor. Apalagi di kota-kota besar sudah sangat sulit ditemukan pohonnya. Termasuk dalam suku Moringaceae, kelor memiliki tinggi batang sekitar 7-11 meter dengan daun berbentuk bulat telur yang kecil dan bersusun secara majemuk, tak jarang daun ini hanya memiliki lebar 1-2 cm. Mungkin karena ukuran yang kecil inilah, pepatah tentang daun kelor muncul dari zaman dahulu.
  

Jauh dari ibukota Jakarta, ternyata salah satu masyarakat di pulau sulawesi khususnya sulawesi tengah, mengenal daun kelor bukan hanya dalam pepatah tetapi sering menggunakan daun kelor sebagai makanan pendamping nasi. Bahkan tak tanggung-tanggung masyarakat sulawesi tengah khususnya suku kaili, daun kelor ini sudah menjadi masakan keluarga yang hampir setiap harinya tersedia di meja makan. Masyarakat kaili menyebutnya, “uta kelo”. Dalam Bahasa kaili, “uta” berarti masakan berkuah dan “kelo” berarti daun kelor.

Uta Kelor (Sayur Kelor)

Bagian yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat kaili untuk membuat sayur kelor adalah daunnya. Meskipun ukuran daunnya sangat kecil, ternyata mempersiapkan sayur kelor tidak sulit. Cukup menjepit bagian tangkai daun kelor menggunakan telunjuk dan ibu jari, seraya tangan satunya menarik tangkai ke arah berlawanan, maka dengan mudah, daun kelor lepas dari tangkainya yang kemudian dikumpul menjadi satu hingga dirasa cukup untuk memasak seporsi sayur kelor untuk keluarga.
 
Sayur kelor bening
Proses memasak daun kelor pun sangat gampang dengan 2 bentuk penyajian, sayur kelor bening dan sayur kelor santan. Sayur kelor bening, sudah pasti kuah sayurnya jernih. Tekstur hijau dari daun kelor sangat menonjol dipadu dengan bumbu dasar masak seperti potongan cabe, irisan tomat, garam dan bawang. Cita rasa yang dihasilkan hampir menyerupai sayur bayam hijau yang dimasak juga menggunakan kuah bening.
 
Sayur kelor santan
Hal ini berbeda dengan sayur kelor santan. Dimasak menggunakan santan, tekstur hijau dari kelor pun bersatu padu dengan warna putih dari santan, bahkan ada beberapa teknik memasak mencampurkannya dengan kunyit untuk memberikan warna kuning pada santan. Rasa yang dihasilkan pun lebih gurih jika dibandingkan dengan sayur kelor bening. Kedua teknik penyajian ini, sangat pas jika dihidangkan bersama nasi putih hangat.

Kandungan Gizi dan Manfaat Daun Kelor

Kecil-kecil cabe rawit, meskipun kecil ternyata daun kelor memiliki kandungan gizi yang luar biasa banyak. Berikut kandungan gizi daun kelor:

 1.    Protein

Meskipun berwarna hijau, ternyata daun kelor memiliki kandungan protein yang cukup tinggi, Bahkan nilainya 2 kali lebih tinggi dibandingkan pada yoghurt atau sebutir telur.

2. Vitamin C

Kita mengetahui bahwa, jika kekurangan vitamin C maka sebaiknya mengkonsumsi jeruk. Tetapi ternyata, daun kelor memiliki kandungan vitamin C 7 kali lebih tinggi dibandingkan jeruk.

3. Vitamin A

Kekurangan vitamin A, biasanya diatasi dengan mengkonsumsi wortel. Tetapi, jika mengetahui kandungan vitamin A pada daun kelor yang nilainya 4 kali lipat lebih banyak dibandingkan wortel, maka daun kelor menjadi pilihan terbaik untuk mencukupi kebutuhan vitamin A harian.

4. Kalsium

Banyak orang beranggapan bahwa, susu dapat mengatasi kekurangan kalsium. Ketika mengethaui daun kelor, maka anggapun itu bisa berubah. Daun kelor memiliki kandungan kalsium 4 kali lebih banyak dibandingkan susu.

5. Asam amino

Asam amino dibutuhkan sebagai nutrisi pertumbuhan tubuh, khususnya buat anak. Pada daun kelor, ternyata mengandung asam amino yang sangat dibutuhkan tubuh seperti histidine, argine, isoleucine, lysin, theronin, methionine, valine dan trypthofan.
 
Daun kelor
Bagi masayarakat di Tanah Kaili, daun kelor sudah sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari karena manfaatnya yang luar biasa seperti sebagai makanan penambah tenaga, menjaga sistem kekebalan tubuh, mempertahankan massa otot, anti stres, menjaga kesehatan sistem pencernaan serta mampu memperlambat efek penuaan dini. Jadi, dengan manfaat yang luar biasa banyak, “uta kelo” menjadi salah satu makanan yang wajib dicoba jika berkunjung ke Sulawesi Tengah, atau bisa saja menjadi sayur harian di rumah kedepannya.

58 comments:

  1. Kalo dari gambarnya kayak sayur daun singkong atau katuk ya hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih dekat ke katuk, tapi ini bener-benar kecil daunnya

      Delete
  2. Wuaaah, bisa dimasak santan juga yah . Dulu suka makan sayur bening kelor waktu tinggal di daerah Kranji, orang aseli Betawi di sana banyak yang bertanam kelor di halaman rumah . Sekarang malah jadi teh herbal juga loh, nama kerennya moringa leaves tea. Sayang sekarang sudah sulit yah ketemu tanaman ini. Pernah coba tanam dari biji, tapi dimakan tikus ketika bertunas 😅😅

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya...Kalau di kota-kota sudah sangat jarang ditemukan, tapi kalau di Sulawesi Tengah sangat gampang pohon kelor dijumpai.

      Delete
  3. Waaah ternyata banyak banget ya manfaatnya daun kelor. Cara penyajiannya juga macam-macam. Semoga suatu hari bisa menyicipi Uta Kelo ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rugi loh, kalau tidak cobain, apalagi dengan khasiatnya yang luar biasa.

      Delete
  4. Jadi pengen ke sulawesi untuk makan sayur kelor, btw di jakarta bisa ditemukan dimana ya daun kelor ini ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aduh..Belum pernah ditemuin kalau di jakarta.

      Delete
  5. Saya pernah liat di TV kalau daun kelor ini memang bisa dimasak. Cuma baru tau kalau kandungan gizinya bisa beberapa kali lebih banyak dari telur, jeruk, wortel dan susu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, bener kak Ris. Kalau ke Palu, jangan lupa cobain.

      Delete
  6. Wah sayur ini juga sayuran kuas Betawi loh..saya sering masak sayur ini buat keluarga, baik yang bening maupun yang diberi santan. Tapi kalau ke Sulawesi wajib nih aku coba sayur kelor versi Sulawesi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh ternyata orang Betawi sering buat juga ya. Nama sayurnya apa? Kalau Sulawesi Tengah kan, namanya Uta Kelo

      Delete
  7. Sekilas, penampakan sayur kelor kuah santan ini mirip cendol.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwwk. Bener juga sih...Apalagi yang pakai santan

      Delete
  8. kok kecil ya daun2nya... kirain lebar2 kyk daun talas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu lah mengapa, pepatah itu muncul. Dunia tak selebar daun kelor...

      Delete
  9. Aku baru tau loh kalo daun kelor ini bisa dimasak dan banyak manfaat. jadi kepingin cobain deh. Makasih loh ka infonya

    ReplyDelete
  10. Sekilas mirip katuk. Tapi kalau dijadiin sup bening malah mirip bayam.
    Ternyata urusan perut juga tak sekecil daun kelor. Hahhaha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwk...Urusan perut mah, apa yang dihidangkan, tinggal disantap.

      Delete
  11. Selain untuk belajar pepatah berbahasa daun kelor pun bisa untuk belajar menyenangkan si dia. Belajar masak maksudnya. Aku baru tahu daun kelor, pas lihat gambarnya, aku langsung bilang "oh itu daun kelor"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha...Memang masalah jodoh bisa mengalihkan semua tulisan..

      Delete
  12. Sebagai vegetarian coret, sempat worry juga waktu ke Sulawesi Tengah, apakah ada menu makanan yang sesuai untuk saya. Yang penting sayur, mesti saya makan saja, entah bagaimana rasanya. Nah, Saat di suguhkan sayur tsb. ( yg belakangan baru saya tahu itu daun kelor) saya santap dengan lahap. Ternyata enak banget ya... Sekarang, setiap ke Palu atau Poso, saya mesti makan sayur tsb..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap...Kapan2 kalau dinas ke Poso, mampir ke rumah...Bilang sama drivernya, Sausu.

      Delete
  13. Sebagai vegetarian coret, sempat worry juga waktu ke Sulawesi Tengah, apakah ada menu makanan yang sesuai untuk saya. Yang penting sayur, mesti saya makan saja, entah bagaimana rasanya. Nah, Saat di suguhkan sayur tsb. ( yg belakangan baru saya tahu itu daun kelor) saya santap dengan lahap. Ternyata enak banget ya... Sekarang, setiap ke Palu atau Poso, saya mesti makan sayur tsb..

    ReplyDelete
  14. Ngiler yang dimasak make santan, dan baru tau ternyata daun kelor bisa dibuat jadi masakan juga heheh.

    ReplyDelete
  15. Pernah denger orang kantor yang asli jawa cerita sering makan sayur daun kelor, aku sendiri belum pernah liat penampakan sayurnya apalagi coba. Eh ternyata kandungan gizinya banyak juga, jadi penasaran pengen icip.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap...Semoga tercapai ingin icip Uta Kelo

      Delete
  16. Oalah ternyata daun kelor tuh itu ya. Hahaha cukup familiar sama bentuknya karena mirip daun katuk

    ReplyDelete
  17. Aku kira daun kelor itu sangat pahit dan nggak enak.. itu malah jadi sayur..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha..Iya..bener sekali, Uta kelo..Sayur khas Sulawesi Tengah

      Delete
  18. Kok aku jadi agak gimana gitu mbayangin daun kelor dibuat sayur. Mungkin janya orang Jawa yang ngerti kenapa hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di Jawa digunakan untuk menolak makhluk ya..

      Delete
  19. Sepintas mirip daun katuk ya..Sepertinya enak. Itu kira-kira ada gak ya di supermarket? Biasanya sayuran yang aneh-aneh kan ada hehehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rasanya juga mirip2 daun katuk kak.

      Delete
    2. Belum pernah lihat, ada di Supermarket...Mungkin bisa jadi bahan pertimbangan ya.

      Delete
  20. Aaaaaaa. Ternyata ini yg di sebut daun kelor. Dan kalau pun dugaanku benar aku waktu kecil resing makan daun ini. Sering di sayur sama nenek ku semasa kecil. Pohonnya ada di halaman rumah. Sebutannya daun munggai. Kokon katanya klo daunnya sering di ambil rasanya semakin manis.

    ReplyDelete
  21. Daun kelor bukannya bau ya? Kalau udah dimasak gitu, masih bau khas nya gak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aroma khas daun kok, kalau sudah dimasak tinggal dimakan kak. Saya selama ini tidak pernah mencium bau yang aneh.

      Delete
  22. Kok agak aneh ya, daun kelor? Kayak daun buat ngusir iblis dalam tubuh haha dan rupanya bisa dibuat makanan enak ya. Haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya di Jawa hal ini berlaku ya, kalau di Sulteng malah jadi sayur.

      Delete
  23. Di komunitas food combining, daun kelor populer sebagai lalapan yang enak. Cocol sambel terasi rasanya mantep.

    ReplyDelete
    Replies
    1. woow...Ini karena nutrisi yang terkandung didalamnya sepertinya.

      Delete
  24. baru tahu kalo daun kelor bisa dimakan. Ternyata bs dibuat sayur bening ya. Nambah info baru nih. thx ya

    ReplyDelete
  25. Dulu sewaktu kolor ijo lagi booming aku percaya daun kelor penangkalnya hehe intermezo.
    Ternyata bisa dijadiin sayur juga yaa dan banyak manfaatnya. Btw ngeliat sayur kelor santan seketika aku lapar huhuhu

    ReplyDelete
  26. Baru tau kalo wujud daun kelor kayak begitu. Wanita macam apa aku ini.. hahah..
    Terus ngeliat gambar kelor bening sama kelor kuah santan.. aku jadi lapar. Hihi

    ReplyDelete
  27. Aku dulunya ga tahu daun kelor itu seperti apa. Kirain daunnya lebar-lebar. Ternyata di kampungku namanya Daun Munggai. Favorit banget nih disayur bening atau digulai dengan telur ayam atau bebek.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wooww...Ternyata di Aceh juga sama ya, bisa dibuat sayur

      Delete
  28. Seperti bayam ya Kak rasanya? Enak dong ya. Nilai gizinya juga tinggi ya. Aku pernah liat daun dan pohonnya. Baru tau euy itu daun kelor. Terima kasih infonya.

    ReplyDelete
  29. ya ampun segitu ternyata lebarnya daun kelor. hahahha. Asli aku baru tahu bang, da apa rasanya makan sayur yg cilik2 gtu?

    ReplyDelete

Powered by Blogger.