Tajene: Pesona Pantai Terpencil di Sulawesi Tengah

Perjalanan kali ini diawali dari Jakarta menggunakan Citylink, penerbangan menuju Makassar pun dilanjutkan. Hanya butuh sekitar 2 jam penerbangan, maka sampai lah ke Bandara Sultan Hasanuddin. Jam menunjukkan sekitar pukul 7 malam, masih sekitar 1 jam dari waktu pemberangkatan bis menuju kota lain diberbagai belahan sulawesi. Setelah membooking tiket bus Litha & Co dengan tujuan Sulawesi tengah seharga 290k, maka perjalanan menuju Poso pun dilanjutkan. Sekitar pukul 8 malam, bis menjemput didepan Gerbang Bandara tepatnya dijalan poros Makasaar-Maros. Well, karena malam hari, maka waktu yang ada dimanfaatkan untuk berisitirahat. Sempat berhenti beberapa saat di pusat Roti Maros, maka perjalanan pun dilanjutkan. Pemberhentian berikutnya adalah daerah sekitar Palopo, untuk melaksanakan sholat Subuh dan disusul daerah Burau untuk sarapan pagi. Perjalanan sepanjang daerah di Sulawesi Selatan masih terbilang cukup bagus dengan jalan yang antar daerah yang cukup rapi dan mulus, berbeda halnya dengan jalan disekitar batas antara Sulawesi Selatan dengan Sulawesi Tengah. Jalan berkelok dengan mayoritas lintas gunung, maka kali ini perjalanan yang menakjubkan dengan view yang luar biasa indah. Sempat melewati air terjun, dan akhirnya pemberhentian berikutnya untuk makan siang di Pendolo, tepat berhadapan dengan danau Poso yang terkenal itu, sebelum akhirnya ke pemberhentian terakhir di Kota Poso pada pukul 5 sore.

Dari Kota Poso, perjalanan dilanjutkan ke daerah Sausu dan berisitirahat dirumah warga lokal. Sebagai daerah yang dekat dengan pantai, sudah pasti menu ikan merupakan makanan yang menggiurkan untuk dinikmati malam ini. Benar saja, sajian ikan bakar bandeng dengan berbagai lauknya merupakan menu sederhana tapi isitimewa sebagai pelengkap perjalanan kali ini. Subuh yang hening, menampakkan nuansa yang indah dilangit bak aurora merah. Inilah pesona pagi yang indah tersebut, yang sangat jarang ditemukan di Jakarta.

Nuansa Subuh yang Menakjubkan di PerkampunganNuansa Subuh yang Menakjubkan di Perkampungan


Meskipun matahari belum nampak, view nya masih tetap indahMeskipun matahari belum nampak, view nya masih tetap indah

Ini lah nuansa indah yang terbayarkan, meskipun matahari belum nampak tetapi pemandangan yang disajikan sudah menawan. Berjalan perlahan menikmati nuansa ini, sambil menunggu matahari terbit merupakan pengalaman tambahan dalam perjalanan kali ini. Perlahan demi perlahan, matahari pun akhirnya memunculkan sinarnya, dengan latar laut dan pantai di pulau seberang, pemandangan kali ini luar biasa menakjubkan. Berbekal kamera digital sederhana, maka view ini terabadikan.

SunriseSunrise

Puas menikmati sunrise, maka waktunya sarapan pagi. Menu kali ini adalah nasi kuning dengan lauk ikan goreng. Paduan yang menggoda perut yang mulai kelaparan, dan pagi ini pun terlewati sempurna. View indah dan sarapan yang menggiurkan. Ini semua sebagai catatan dari tempat yang dikunjungi, Tajene.

Sebenarnya untuk mengunjungi Tajene, dari perkampungan ini hanya butuh waktu sekitar 5 menit naik perahu rakyat. Cukup dekat memang. Sebagai pencinta olahraga renang, maka tidak lengkap rasanya jika tidak menikmati dunia bawah laut Tajene. Tidak perlu alat diving cukup kaca mata renang, dan semua keindahan itu dapat dinikmati.

Sebelum SnorklingSebelum Snorkling

Pantai pasir putihPantai pasir putih
Karang di TajeneKarang di Tajene
Bunga Karang di TajeneBunga Karang di Tajene
Bulu BabiBulu Babi

Deretan karang dan bunga karang, keindahan bawah laut ini pun ternikmati. Meskipun bukan sebagai tujuan wisata yang sering turis datangi, tetapi Tajene menyuguhkan banyak keindahan, dan kali ini saya pun berkesempatan menikmati keindahan tersebut. "Semoga keindahan ini tetap terjaga, lestari apa adanya". Hal yang langsung terucap didalam hati saat itu.

Setelah puas menikmati segala suguhan yang indah ini, maka waktunya untuk bergegas, mencari destinasi lain yang menyajikan keunikan masing-masing peradaban lokal. Hingga terjama seluruh nusantara tercinta ini, untuk membuktikan betapa Indahnya Indonesia ku.

No comments:

Powered by Blogger.